Laman
- HOME
- VISI MISI
- TRAINING
- OUTBOUND - FUN GAMES
- HIGH ROPE
- PAINTBALL
- RAFTING
- FIREWALK
- TIGER JUMP
- COUCHING - CONSELING
- TRAVELLING
- MULTIMEDIA
- EVENT ORGANIZER
- MANAGEMENT TEAM & TRAINER
- FOTO GALERY
- CONTACT
- PARTNER
- ARTICLE
- INSPIRATIONAL VIDEO
- INSPIRATIONAL POSTER
- CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
- ARCHERY - BELAJAR MEMANAH MEMBANGUN KARAKTER
- www. TRUST ARCHERY ACADEMY .blogspot.com
10 Ciri Manusia KREATIF
Roger von Oech, lewat bukunya A Whack on Side of the Head,
menjelaskan sepuluh kebiasaan manusia kreatif. Coba cocokkan dengan diri Anda, berapa yang sudah dimiliki dan mana lagi yang perlu ditingkatkan...
1. Suka mencari jawaban keduamenjelaskan sepuluh kebiasaan manusia kreatif. Coba cocokkan dengan diri Anda, berapa yang sudah dimiliki dan mana lagi yang perlu ditingkatkan...
Anda jangan hanya punya satu solusi yang berati hanya punya satu pilihan. Kreativitas meminta Anda menemukan jawaban kedua yang mungkin lebih tepat.
2. Suka berpikir lunak
Kreativitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap berbagai ide.
Kreativitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap berbagai ide.
3. Suka menggugat aturan
Jika aturan telah membatasi pilihan maka Anda harus mencari tahu mengapa suatu aturan dibuat. Mungkin alasan itu tidak relevan ada lagi. Mungkin sekarang ada pemecahananya yang lebih efektif.
Jika aturan telah membatasi pilihan maka Anda harus mencari tahu mengapa suatu aturan dibuat. Mungkin alasan itu tidak relevan ada lagi. Mungkin sekarang ada pemecahananya yang lebih efektif.
4. Suka mencoba kemustahilan
Jangan sekali pun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil. Merenungkan lagi ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru.
Jangan sekali pun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil. Merenungkan lagi ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru.
5. Toleran terhadap hal dilematis
Dalam kenyataan, sering ide kretif lahir dari situasi dilematis atau kepepet. Adalah jarang inovasi muncul dari pola pikir yang tunggal, linier dan pasti.
Dalam kenyataan, sering ide kretif lahir dari situasi dilematis atau kepepet. Adalah jarang inovasi muncul dari pola pikir yang tunggal, linier dan pasti.
6. Melihat kesalahan sebagai peluang
Ada orang yang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau gagal. Sesunggguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang tak didapat bila melakukan dengan benar.
Ada orang yang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau gagal. Sesunggguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang tak didapat bila melakukan dengan benar.
7. Suka humor dan santai
Memang ide kreatif muncul ketika terdesak situasi, tapi lebih banyak ide brilian dan segar lahir dari suasana santai dan gembira. Saat kita santai dan gembira pertahanan mental jadi longgar sehingga tidak pusing terhadap aturan, hal musthail maupun yang keliru.
Memang ide kreatif muncul ketika terdesak situasi, tapi lebih banyak ide brilian dan segar lahir dari suasana santai dan gembira. Saat kita santai dan gembira pertahanan mental jadi longgar sehingga tidak pusing terhadap aturan, hal musthail maupun yang keliru.
8. Suka meninjau dunia luar
Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide. Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita.
Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide. Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita.
9. Berani berpikir beda
Umumnya orang berusaha menyesuaikan dengan budaya organisasinya. Padahal tekanan organisasi bisa memasung kretaivitas. Jadi, bernilai pro terhadap hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka.
Umumnya orang berusaha menyesuaikan dengan budaya organisasinya. Padahal tekanan organisasi bisa memasung kretaivitas. Jadi, bernilai pro terhadap hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka.
10. Terbuka terhadap gagasan baru
Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri sendiri. Ingatlah, bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang. Baik dengan tambahan dari luar diri Anda atau tidak menekan ide yang telah dipunyai.
Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri sendiri. Ingatlah, bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang. Baik dengan tambahan dari luar diri Anda atau tidak menekan ide yang telah dipunyai.
ATRO Antariksa Jakarta OSPEK MABA ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING Jakarta, 29 Agst 2008
ATRO Antariksa Jakarta
OSPEK MABA
ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING
Jakarta, 29 Agst 2008
Buyung TRUSTCO
7 Skenario STEVE JOBS Saat Apple Terpuruk
San Fransisco, AS - Awal Oktober nanti akan menjadi
peringatan setahun mantan CEO Apple Steve Jobs meninggal dunia. Walau sudah
satu tahun berlalu, masih banyak kisah inspiratif yang bisa diambil dari
mendiang Jobs. Salah satunya adalah beberapa keputusannya, saat kembali ke
Apple, perusahaan yang dibangunnya bersama Steve Wozniak.
Seperti diketahui, tahun 1996 Apple mengumumkan bahwa mereka membeli perusahaan bernama NeXT senilai USD429 juta, yang membawa Jobs kembali ke perusahaan yang dirintisnya tersebut. Ia secara resmi menjabat sebagai CEO interim Apple setelah Gil Aelion diturunkan secara de facto.
Tugas Jobs saat itu cukup berat, menstabilkan kas keuangan Apple yang mengalami masa suram karena terus-terusan mengalami kerugiaan.
Walau sudah 15 tahun berlalu, skenario Apple dalam mengambil keputusan yang bahkan cenderung kejam membuahkan hasil positif. Apple makin dikenal seantero dunia karena produknya yang fenomenal dan mahal. Desainnya yang berbeda membuat Apple sukses besar hingga sekarang.
Berikut adalah 7 keputusan yang diambil oleh Steve Jobs dalam rangka menyelamatkan Apple, seperti detikINET rangkum dari MacWorld, Kamis (20/9/2012).
Seperti diketahui, tahun 1996 Apple mengumumkan bahwa mereka membeli perusahaan bernama NeXT senilai USD429 juta, yang membawa Jobs kembali ke perusahaan yang dirintisnya tersebut. Ia secara resmi menjabat sebagai CEO interim Apple setelah Gil Aelion diturunkan secara de facto.
Tugas Jobs saat itu cukup berat, menstabilkan kas keuangan Apple yang mengalami masa suram karena terus-terusan mengalami kerugiaan.
Walau sudah 15 tahun berlalu, skenario Apple dalam mengambil keputusan yang bahkan cenderung kejam membuahkan hasil positif. Apple makin dikenal seantero dunia karena produknya yang fenomenal dan mahal. Desainnya yang berbeda membuat Apple sukses besar hingga sekarang.
Berikut adalah 7 keputusan yang diambil oleh Steve Jobs dalam rangka menyelamatkan Apple, seperti detikINET rangkum dari MacWorld, Kamis (20/9/2012).
1. Mengambil kendali
Keputusan yang paling penting dibuat Steve Jobs adalah
mengambil kendali dari Apple secara penuh.
Setelah pembelian NeXT pada akhir 1996, kemudian CEO Apple Gil Amelio membawa Jobs sebagai penasihat khusus pada bulan Januari 1997. Jobs bisa saja hanya memberikan saran dan tetap berada di belakang layar. Namun tentu saja, itu bukan sifatnya. Jobs dengan cepat meyakinkan dewan direksi Apple untuk menggulingkan Amelio. Itu tidak lama sebelum Jobs mencalonkan diri sebagai pengganti potensial. Dewan setuju, dan Jobs kembali memegang kendali.
Setelah pembelian NeXT pada akhir 1996, kemudian CEO Apple Gil Amelio membawa Jobs sebagai penasihat khusus pada bulan Januari 1997. Jobs bisa saja hanya memberikan saran dan tetap berada di belakang layar. Namun tentu saja, itu bukan sifatnya. Jobs dengan cepat meyakinkan dewan direksi Apple untuk menggulingkan Amelio. Itu tidak lama sebelum Jobs mencalonkan diri sebagai pengganti potensial. Dewan setuju, dan Jobs kembali memegang kendali.
2. Pemangkasan karyawan
Sebelum Jobs kembali ke Apple, perusahaan itu memproduksi
puluhan desktop Macintosh yang berbeda, laptop, dan server dengan banyak
variasi. Perusahaan juga menghasilkan printer, kamera digital, dan barang-barang
pendukung lainnya, beberapa yang membuat keuntungan tapi tidak jarang yang
malah membebani perusahaan.
Pada akhirnya, Jobs menghentikan proyek mubazir tersebut memecat lebih dari 70% dari dividi hardware Apple dan produk perangkat lunak. Yang paling terkenal, dia membatalkan PDA Newton , yang masih menjadi keputusan kontroversia beberapa hari setelahnya.
Penghentian sejumlah proyek produk mengakibatkan PHK lebih dari 3.000 karyawan selama tahun pertama Jobs sebagai iCEO.
Pada akhirnya, Jobs menghentikan proyek mubazir tersebut memecat lebih dari 70% dari dividi hardware Apple dan produk perangkat lunak. Yang paling terkenal, dia membatalkan PDA Newton , yang masih menjadi keputusan kontroversia beberapa hari setelahnya.
Penghentian sejumlah proyek produk mengakibatkan PHK lebih dari 3.000 karyawan selama tahun pertama Jobs sebagai iCEO.
3. Bersih-bersih 'rumah'
Pada tahun 1996, sebagian besar anggota Dewan Direksi Apple
telah difokuskan pada bagaimana mereka bisa menghasilkan produk Apple dan
menjualnya kepada penawar tertinggi. Sekembalinya Jobs, dia tahu membutuhkan
sebuah direksi dengan sikap yang lebih positif dan loyalitas yang lebih
kepadanya sebagai seorang pemimpin.
Dalam beberapa minggu, Jobs berhasil memaksa pengunduran diri sebagian besar anggota dewan Apple, termasuk mantan CEO Mike Markkula.
Jobs juga melakukan restrukturisasi Apple sebagai sebuah perusahaan, dengan menyederhanakan sejumlah divisi menjadi beberapa bagian saja mulai departemen untuk pemasaran, penjualan, manufaktur, dan keuangan.
Sebelum Jobs menjadi iCEO, ia meyakinkan Gil Amelio untuk menempatkan karyawan penting NeXT dalam posisi yang berpengaruh di Apple. Paling menonjol adalah pengangkatan Avie Tevanian--otak di balik OS X-- Apple Senior VP of Software Engineering pada Februari 1997, dan Jon Rubinstein , yang bergabung sebagai VP of Hardware Engineering
Tak lama kemudian, Jobs telah mengangkat berbagai veteran NeXT dan lainnya sebagai karyawan dengan posisi startegis. Selain kemampuannya, syarat lain yang harus dimiliki oleh karyawan baru dibajak itu adalah oyal kepada CEO baru.
Dalam beberapa minggu, Jobs berhasil memaksa pengunduran diri sebagian besar anggota dewan Apple, termasuk mantan CEO Mike Markkula.
Jobs juga melakukan restrukturisasi Apple sebagai sebuah perusahaan, dengan menyederhanakan sejumlah divisi menjadi beberapa bagian saja mulai departemen untuk pemasaran, penjualan, manufaktur, dan keuangan.
Sebelum Jobs menjadi iCEO, ia meyakinkan Gil Amelio untuk menempatkan karyawan penting NeXT dalam posisi yang berpengaruh di Apple. Paling menonjol adalah pengangkatan Avie Tevanian--otak di balik OS X-- Apple Senior VP of Software Engineering pada Februari 1997, dan Jon Rubinstein , yang bergabung sebagai VP of Hardware Engineering
Tak lama kemudian, Jobs telah mengangkat berbagai veteran NeXT dan lainnya sebagai karyawan dengan posisi startegis. Selain kemampuannya, syarat lain yang harus dimiliki oleh karyawan baru dibajak itu adalah oyal kepada CEO baru.
4. Melarang berbicara ke Media
Di bawah Gil Amelio, bocornya sejumlah informasi ke media
disengaja dari karyawan Apple menjadi hal yang sering terjadi. Tidak lama
setelah menerima posisi CEO Interim, Jobs menerapkan larangan total pada
karyawan Apple berbicara kepada pers.
Selama bertahun-tahun, tidak ada kebijakan informasi ke pers Jobs memberikan efek yang menciptakan tabir kerahasiaan yang ketat, ketegangan, dan kejutan yang menyertai pengumuman produk Apple. Dengan mengatur secara ketat arus informasi keluar dari Apple, Jobs membuat media teknologi di telapak tangannya.
Selama bertahun-tahun, tidak ada kebijakan informasi ke pers Jobs memberikan efek yang menciptakan tabir kerahasiaan yang ketat, ketegangan, dan kejutan yang menyertai pengumuman produk Apple. Dengan mengatur secara ketat arus informasi keluar dari Apple, Jobs membuat media teknologi di telapak tangannya.
5. Tebar kebencian & Berdamai dengan Microsoft
Selama masa pertamanya di Apple, Steve Jobs menggambarkan
pertempuran untuk pasar PC sebagai konflik langsung antara Apple dan IBM,
termasuk ke raksasa software Microsoft. Permusuhan ala Jobs inilah kemudian
menjadi bumbu-bumbu kehadiran Apple saat itu.
Permusuhan antara underdog Apple dan pemimpin pasar Microsoft sudah terjadi sejak tahun 1985, bahkan ketika Jobs mengundurkan diri dari Apple. Perang urat syaraf menjadi bagian dari budaya Apple yang terwujud sebagai kebencian yang mendalam untuk semuanya produk Microsoft atau Windows Intel Wintel.
Walaupun pada tahun 1996, Jobs telah harus mengakui bahwa perang sudah berakhir di PC desktop, Microsoft telah menang. Itu kontraproduktif, bila berpikir Jobs akan menghabiskan uang dan energi untuk bertempur melawan Microsoft yang tidak bisa dimenangkan? Tidak, Apple sengaja membangun hubungan harmonis ini untuk suatu kepentingan jangka panjang.
Hasilnya dalam sebuah kesepakatan lintas-lisensi paten, Microsoft berjanji untuk mengabdikan tenaga signifikan untuk mengembangkan versi baru dari Office dan Internet Explorer untuk Macintosh setidaknya selama lima tahun.
Microsoft juga sepakat untuk membeli saham Apple, yang diasuransikan kepentingan dalam keberhasilan Apple. Sebagai imbalannya, Apple juga setuju untuk membuat Internet Explorer sebagai browser default untuk Mac OS selama lima tahun.
Ini kesepakatan terkenal yang diumumkan oleh Jobs di Boston Macworld 1997 (menampilkan Bill Gates pada layar di belakangnya), dan merupakan bagian dari daya tarik publik dan penggemar Mac.
Permusuhan antara underdog Apple dan pemimpin pasar Microsoft sudah terjadi sejak tahun 1985, bahkan ketika Jobs mengundurkan diri dari Apple. Perang urat syaraf menjadi bagian dari budaya Apple yang terwujud sebagai kebencian yang mendalam untuk semuanya produk Microsoft atau Windows Intel Wintel.
Walaupun pada tahun 1996, Jobs telah harus mengakui bahwa perang sudah berakhir di PC desktop, Microsoft telah menang. Itu kontraproduktif, bila berpikir Jobs akan menghabiskan uang dan energi untuk bertempur melawan Microsoft yang tidak bisa dimenangkan? Tidak, Apple sengaja membangun hubungan harmonis ini untuk suatu kepentingan jangka panjang.
Hasilnya dalam sebuah kesepakatan lintas-lisensi paten, Microsoft berjanji untuk mengabdikan tenaga signifikan untuk mengembangkan versi baru dari Office dan Internet Explorer untuk Macintosh setidaknya selama lima tahun.
Microsoft juga sepakat untuk membeli saham Apple, yang diasuransikan kepentingan dalam keberhasilan Apple. Sebagai imbalannya, Apple juga setuju untuk membuat Internet Explorer sebagai browser default untuk Mac OS selama lima tahun.
Ini kesepakatan terkenal yang diumumkan oleh Jobs di Boston Macworld 1997 (menampilkan Bill Gates pada layar di belakangnya), dan merupakan bagian dari daya tarik publik dan penggemar Mac.
6. Membunuh metode lisensi
Pada tahun 1994, Apple menawarkan lisensi Mac OS ke beberapa
vendor yang membayar Apple US80 per mesin untuk menggunakan sistem operasi.
Cara jualan ini terjadi dalam beberapa tahun ini, menjadi jelas bahwa ini bukan
ide yang bagus.
Pasalnya para mitra itu justru menjadi kanibalisme bagi produk Apple.
Jadi, ketika Jobs kembali ke Apple, ia tahu program melisensikan OS Mac harus dibuang. Dia menolak untuk lisensi Mac OS 8 kepada vendor saat dirilis pada tahun 1997, sehingga secara efektif mengakhiri program tersebut.
Jobs sangat percaya dalam mengendalikan pengalaman mengenai totalitas pengguna dari perangkat keras ke perangkat lunak, dan itu tidak bisa dicapai jika akhirnya hardware keluar dari tangan Apple.
Pasalnya para mitra itu justru menjadi kanibalisme bagi produk Apple.
Jadi, ketika Jobs kembali ke Apple, ia tahu program melisensikan OS Mac harus dibuang. Dia menolak untuk lisensi Mac OS 8 kepada vendor saat dirilis pada tahun 1997, sehingga secara efektif mengakhiri program tersebut.
Jobs sangat percaya dalam mengendalikan pengalaman mengenai totalitas pengguna dari perangkat keras ke perangkat lunak, dan itu tidak bisa dicapai jika akhirnya hardware keluar dari tangan Apple.
7. Mempercayai Jonathan Ive
Ketika Steve Jobs kembali ke Apple pada tahun 1996, Jonathan
Ive sudah menjadi kepala tim desain perusahaan. Dia berpikir untuk berhenti,
pada kenyataannya ia terus meminta Ive untuk bertahan.
Pada awalnya, Jobs hubungan keduannya tidak ada yang istimwa, sampai suatu saat Ive dan Jobs segera menjadi akrab dan menjadi teman akrab. Mereka menemukan kebersamaan dan eratnya hubungan mereka menjadi elemen kunci dari filosofi desain mereka.
Dan hasilnya bisa dilihat sampai saat ini, dimana produk Apple tidak hanya mengandalkan teknologi terdepan namun juga desain yang selalu menjadi trendsetter.
Pada awalnya, Jobs hubungan keduannya tidak ada yang istimwa, sampai suatu saat Ive dan Jobs segera menjadi akrab dan menjadi teman akrab. Mereka menemukan kebersamaan dan eratnya hubungan mereka menjadi elemen kunci dari filosofi desain mereka.
Dan hasilnya bisa dilihat sampai saat ini, dimana produk Apple tidak hanya mengandalkan teknologi terdepan namun juga desain yang selalu menjadi trendsetter.
Susetyo
Dwi Prihadi -
detikinet
SMK PARIWISATA TRIDAYA Bina Iman Ramadhan "PRIBADI MUSLIM SEJATI" Jakarta, 6 September 2008
SMK PARIWISATA TRIDAYA
Bina Iman Ramadhan
"PRIBADI MUSLIM SEJATI"
Jakarta, 6 September 2008
Buyung TRUSTCO
Akper UNIVERSITAS MUHAMADIYYAH JAKARTA : ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING, 30 Agustus 2008
Akademi Keperawatan
UNIVERSITAS MUHAMADIYYAH JAKARTA
ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING
Jakarta, 30 Agustus 2008
Buyung TRUSTCO
Pusat Investasi Pemerintah : Pelatihan Pengembangan Motivasi SDM, Puncak Bogor, 23 - 25 November 2007
Pusat Investasi Pemerintah
Pelatihan Pengembangan Motivasi SDM
Puncak Bogor, 23 - 25 November 2007
Buyung TRUSTCO
Berani Berpikir Besar
Berani berpikir besar agaknya sudah lama hilang dari pelajaran
kehidupan kita. Selama lebih dari 30 tahun, Indonesia telah dipimpin leadership yang pragmatis dan ditempa sistem pendidikan yang hanya bisa menjawab why, tapi miskin why not sekaligus how
nya. Televisi hanya mampu menayangkan sinetron rebutan pacar atau
warisan, gumbrang-gambreng anak muda yang riuh bermain dan berjoget,
serta talkshow yang sangat ribut dan gaduh – kecuali beberapa yang terlihat cerdas dan menghibur. Pesannya : Yang Penting Bejo!
Dalam peradaban pop culture ini, semuanya hanyut dalam
kepribadian murah-mudah. Politisinya pun asal adu domba merasa sudah
hebat, cara meraih kekayaan dipertontonkan melalui jalur legislatif
menekan eksekutif, bukan perjuangan dalam membangun inovasi, sistem,
ataupun pelayanan.
Semua itu membuat kita terlena dan tidak terbiasa berpikir dengan gagasan-gagasan besar. Kini terasa betul sulitnya mengembangkan ide-ide kreatif dan membangun mimpi-mimpi besar. Para sarjana yang berwirausaha pun bukan membangun franchise skala global, hanya gerobakchise yang cuma berani menghadapi pedagang kaki lima yang tak sekolah. Tak banyak yang tahu, penguasaan tekhnologi ruang angkasa dan udara yang dimiliki Amerika Serikat sesungguhnya berasal dari pidato John F Kennedy yang diucapkan pada 1961 :”We choose to go to the moon…we choose to go to the moon not because it is easy, because it’s hard..” Karena sasaran besar itulah, karena mau menghadapi tantangan, mau melakukan hal-hal yang sulit, suatu bangsa akan berubah menjadi bangsa yang besar.
Proyek Besar dari Gagasan Besar.
Cobalah lihat apa warisan besar generasi ini sebagai sebuah bangsa. Ketika Tiongkok membangun megaproyek South to North Water Transfer Project yang bertujuan memindahkan air dari selatan ke utara, kita hanya sibuk mengurus dana saksi pemilu. Jangankan waduk, memanjangkan jalan tol saja, banyak sekali alasan tidak bisanya. Padahal tahun ini Tiongkok juga akan memulai pembangunan bandara dengan delapan landasan pacu dan bisa menampung 130juta penumpang per tahun. Akibat pikiran besar itu persi seperti kata pepatah : If you want to, you’ll find a way. If you don’t want to, you’ll find excuses!
Di sebelah kita, Singapura yang mini juga terus meningkatkan kapasitas pelabuhannya. Sehingga ditargetkan mampu menyaingi pelabuhan Shanghai di Tiongkok – yang selama ini dikenal sebagai pelabuhan kontainer terbesar di dunia.
Di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), kita bisa menyaksikan sebuah karya besar, yakni Burj Khalifa, sebuah gedung yang tingginya enam kali Tugu Monas. Burj Khalifa (828 meter) yang mendatangkan jutaan turis ke negeri miskin kekayaan alam ini.
Arab Saudi juga tengah memperluas megaproyek kawasan industri Jubail-nya dengan Jubal II. Megaproyek ini meliputi kawasan industri untuk menampung seratus pabrik, unit desalinasasi yang akan menghasilkan air tawar berkapasitas 800.000 meter kubik, jalur kereta api ribuan kilometer, jalan tol dan termasuk kilang minyak yang berkapasitas 350.000 barel per hari. Keseluruhan proyek ini dijadwalkan selesai pada 2024.
Saya masih bisa memperpanjang daftar megaproyek yang tengah dikerjakan bangsa-bangsa lain. Perluasan Terusan Panama, proyek Great Man-Made River di Libya (untuk mengairi 350.000 hektar lahan), Songdo International Business District di Seoul, dan masih banyak lainnya. Karya-karya besar itu mencerminkan seberapa besar pikiran suatu bangsa. Apakah semua ini karena kutukan “proyek mercusuar” yang dikondisikan negatif di pelajaran sekolah kita?
Gagasan Orang Besar.
Kita tahu bahwa semua megaproyek berangkat dari gagasan-gagasan besar. Berangkat dari mimpi-mimpi besar. Megaproyek South to North Water Transfer Tiongkok beranjak dari mimpi besar Mao Zedong. Begitu pula Burj Khalifa, termasuk Dubailand yang bermula dari kecemasan mendiang Syekh Moh. Rasyid Al Mahtum terhadap bakal habisnya cadangan minyak.
Dalam skala menengah, kita memang melihat proyek kawasan industri Maloy yang tengah dibangun Gubernur Kaltim Awang Faroek dan pembangunan pelabuhan baru Pelindo II di Jakarta. Tapi kalau melihat dukungan politik kepada mereka berdua, saya suka miris. Selalu saja ada pihak yang mengganggu dan ingin mengaduk aduk mencari keuntungan. Mungkin karena itulah kita tidak punya proyek-proyek berskala mega. Selain banyak alasan dan gangguan, kita tidak punya banyak pemimpin besar, kita tidak punya visi yang jauh ke depan. Saya sempat bangga karena kita berencana membangun megaproyek jembatan Selat Sunda. Sayangnya gagasan besar ini harus tenggelam begitu saja karena kita kemudian terjebak pada ribut-ribut masalah administratif dan tidak fair terhadap dunia maritim yang dibiarkan tertinggal. Kini sepertinya tak jelas bagaimana nasib mega proyek itu. Kita hanya baru bisa membangun jalan tol di bibir pantai yang menghubungkan Benoa dengan Nusa Dua di bali yang jaraknya bisa ditempuh beberapa menit saja.
Bagi saya, terkatung katungnya gagasan besar merupakan cerminan tak adanya gagasan besar dan betapa lemahnya kepemimpinan, yang tidak berani berdiri di depan untuk memperkelahikan masa depan. Ketika pantai utara Jawa diterjang banjir besar, baru terlihat betapa reaktifnya kita. Saling menyalahkan hanya mencari peluang untuk menang dengan cara menjatuhkan lawan demi pemilu. Belum terdengar pemimpin yang berbicara tentang bagaimana mengubah bencana menjadi peluang. Misalnya, bagaimana menenggelamkan Kampung Pulo yang sudah jadi waduk alam, sekaligus membebaskan secara besar-besaran kawasan di sekitarnya, lalu membangun rumah susun murah yang berkualitas menghadap sungai atau waduk yang indah.
Ah lagi-lagi hanya alasan yang terdengar : Itu tidak mudah. Saya setuju, memang tidak mudah. Tapi kita tidak akan pernah menghasilkan karya besar kalau berpikirnya selalu mencari yang mudah. Dan saya tidak ingin mengajak anda berpikir teknis.
Peter Lange dalam bukunya, The Power of a Dream, mengajak kita untuk tidak takut bermimpi besar. Dhirubhai Ambani pendiri kerajaan bisnis Reliance Industries di Mumbai India, mengatakan “Jika tidak berani bermimpi besar, dan mewujudkannya sendiri, akan ada orang lain yang menunggangi kita untuk mewujudkannya”. Sayangnya, penunggang itu selalu orang asing, dan kita cuma berani mengumpat : penjajah sialan!
Sumber:
Rhenald Kasali
http://tangandiatas.com
Semua itu membuat kita terlena dan tidak terbiasa berpikir dengan gagasan-gagasan besar. Kini terasa betul sulitnya mengembangkan ide-ide kreatif dan membangun mimpi-mimpi besar. Para sarjana yang berwirausaha pun bukan membangun franchise skala global, hanya gerobakchise yang cuma berani menghadapi pedagang kaki lima yang tak sekolah. Tak banyak yang tahu, penguasaan tekhnologi ruang angkasa dan udara yang dimiliki Amerika Serikat sesungguhnya berasal dari pidato John F Kennedy yang diucapkan pada 1961 :”We choose to go to the moon…we choose to go to the moon not because it is easy, because it’s hard..” Karena sasaran besar itulah, karena mau menghadapi tantangan, mau melakukan hal-hal yang sulit, suatu bangsa akan berubah menjadi bangsa yang besar.
Proyek Besar dari Gagasan Besar.
Cobalah lihat apa warisan besar generasi ini sebagai sebuah bangsa. Ketika Tiongkok membangun megaproyek South to North Water Transfer Project yang bertujuan memindahkan air dari selatan ke utara, kita hanya sibuk mengurus dana saksi pemilu. Jangankan waduk, memanjangkan jalan tol saja, banyak sekali alasan tidak bisanya. Padahal tahun ini Tiongkok juga akan memulai pembangunan bandara dengan delapan landasan pacu dan bisa menampung 130juta penumpang per tahun. Akibat pikiran besar itu persi seperti kata pepatah : If you want to, you’ll find a way. If you don’t want to, you’ll find excuses!
Di sebelah kita, Singapura yang mini juga terus meningkatkan kapasitas pelabuhannya. Sehingga ditargetkan mampu menyaingi pelabuhan Shanghai di Tiongkok – yang selama ini dikenal sebagai pelabuhan kontainer terbesar di dunia.
Di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), kita bisa menyaksikan sebuah karya besar, yakni Burj Khalifa, sebuah gedung yang tingginya enam kali Tugu Monas. Burj Khalifa (828 meter) yang mendatangkan jutaan turis ke negeri miskin kekayaan alam ini.
Arab Saudi juga tengah memperluas megaproyek kawasan industri Jubail-nya dengan Jubal II. Megaproyek ini meliputi kawasan industri untuk menampung seratus pabrik, unit desalinasasi yang akan menghasilkan air tawar berkapasitas 800.000 meter kubik, jalur kereta api ribuan kilometer, jalan tol dan termasuk kilang minyak yang berkapasitas 350.000 barel per hari. Keseluruhan proyek ini dijadwalkan selesai pada 2024.
Saya masih bisa memperpanjang daftar megaproyek yang tengah dikerjakan bangsa-bangsa lain. Perluasan Terusan Panama, proyek Great Man-Made River di Libya (untuk mengairi 350.000 hektar lahan), Songdo International Business District di Seoul, dan masih banyak lainnya. Karya-karya besar itu mencerminkan seberapa besar pikiran suatu bangsa. Apakah semua ini karena kutukan “proyek mercusuar” yang dikondisikan negatif di pelajaran sekolah kita?
Gagasan Orang Besar.
Kita tahu bahwa semua megaproyek berangkat dari gagasan-gagasan besar. Berangkat dari mimpi-mimpi besar. Megaproyek South to North Water Transfer Tiongkok beranjak dari mimpi besar Mao Zedong. Begitu pula Burj Khalifa, termasuk Dubailand yang bermula dari kecemasan mendiang Syekh Moh. Rasyid Al Mahtum terhadap bakal habisnya cadangan minyak.
Dalam skala menengah, kita memang melihat proyek kawasan industri Maloy yang tengah dibangun Gubernur Kaltim Awang Faroek dan pembangunan pelabuhan baru Pelindo II di Jakarta. Tapi kalau melihat dukungan politik kepada mereka berdua, saya suka miris. Selalu saja ada pihak yang mengganggu dan ingin mengaduk aduk mencari keuntungan. Mungkin karena itulah kita tidak punya proyek-proyek berskala mega. Selain banyak alasan dan gangguan, kita tidak punya banyak pemimpin besar, kita tidak punya visi yang jauh ke depan. Saya sempat bangga karena kita berencana membangun megaproyek jembatan Selat Sunda. Sayangnya gagasan besar ini harus tenggelam begitu saja karena kita kemudian terjebak pada ribut-ribut masalah administratif dan tidak fair terhadap dunia maritim yang dibiarkan tertinggal. Kini sepertinya tak jelas bagaimana nasib mega proyek itu. Kita hanya baru bisa membangun jalan tol di bibir pantai yang menghubungkan Benoa dengan Nusa Dua di bali yang jaraknya bisa ditempuh beberapa menit saja.
Bagi saya, terkatung katungnya gagasan besar merupakan cerminan tak adanya gagasan besar dan betapa lemahnya kepemimpinan, yang tidak berani berdiri di depan untuk memperkelahikan masa depan. Ketika pantai utara Jawa diterjang banjir besar, baru terlihat betapa reaktifnya kita. Saling menyalahkan hanya mencari peluang untuk menang dengan cara menjatuhkan lawan demi pemilu. Belum terdengar pemimpin yang berbicara tentang bagaimana mengubah bencana menjadi peluang. Misalnya, bagaimana menenggelamkan Kampung Pulo yang sudah jadi waduk alam, sekaligus membebaskan secara besar-besaran kawasan di sekitarnya, lalu membangun rumah susun murah yang berkualitas menghadap sungai atau waduk yang indah.
Ah lagi-lagi hanya alasan yang terdengar : Itu tidak mudah. Saya setuju, memang tidak mudah. Tapi kita tidak akan pernah menghasilkan karya besar kalau berpikirnya selalu mencari yang mudah. Dan saya tidak ingin mengajak anda berpikir teknis.
Peter Lange dalam bukunya, The Power of a Dream, mengajak kita untuk tidak takut bermimpi besar. Dhirubhai Ambani pendiri kerajaan bisnis Reliance Industries di Mumbai India, mengatakan “Jika tidak berani bermimpi besar, dan mewujudkannya sendiri, akan ada orang lain yang menunggangi kita untuk mewujudkannya”. Sayangnya, penunggang itu selalu orang asing, dan kita cuma berani mengumpat : penjajah sialan!
Sumber:
Rhenald Kasali
http://tangandiatas.com
Kemenpora : Pelatihan Pembangunan Kepemimpinan Pemuda se- Yogyakarta, 11 Desember 2005
Kementerian Pemuda dan Olahraga
Pelatihan Pembangunan Kepemimpinan Pemuda se- Yogyakarta
Yogyakarta, 11 Desember 2009
Buyung TRUSTCO
5 Gangguan Kejiwaan karena Penggunaan Internet
Internet saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan wajib bagi hampir
setiap orang.Setidaknya setiap orang membutuhkan internet untuk
pekerjaan, membaca berita terkini, ataupun hanya sekedar melakukan
update status di jejaring sosial milik mereka.
Meskipun sangat berguna bagi penggunanya, namun internet bisa
menimbulkan beberapagangguan kejiwaan bila digunakan secara
berlebihan,Seperti dikutip Cracked.com, setidaknya ada 5 jenis gangguan
kejiwaan yang mana penyebab utamanya adalah penggunaan internet secara
berlebihan.
Berikut ini “ 5 gangguan kejiwaan yang bisa disebabkan oleh internet “
1. OCPD (Obsessive-Compulsive Personality Disorder)
OCPD ini dilaporkan banyak terjadi dikarenakan penggunaan internet
yang berlebihan.Kelainan ini menyebabkan penggunanya merasa memiliki
gangguan berupa pemikiran irasional yang menganggap jika orang lain
lebih ceroboh, bodoh, dan tidak berperilaku seperti yang seharusnya.
Contoh kecil dari OCPD ini adalah orang yang mendedikasikan
hidupnya sebagai Grammar Nazi. Grammar Nazi ini sendiri merupakan orang
yang terbiasa untuk membenarkan penulisan bahasa yang salah (umumnya
bahasa Inggris) setiap orang yang ditemui di berbagai situs internet
termasuk jejaring sosial meskipun penderita OCPD ini tidak mengenal
orang tersebut.
2. Munchausen Syndrome
Gangguan jiwa kedua yang bisa ditimbulkan internet adalah
Munchausen atau dalam dunia psikologis disebut Munchausen
Syndrome.Gangguan jiwa ini menyebabkan seseorang untuk rela melakukan
sebuah kebohongan hanya untuk menarik simpati orang-oran di internet
termasuk teman-teman di jejaring sosialnya.
Cracked.com melaporkan kasus ini pernah terjadi pada seorang bernama
Debbie Swenson, yang mana rela membuat akun jejaring sosial palsu
bernama Kaycee Nicole yang dia ciptakan sebagai gadis 19 tahun dengan
penyakit leukimia hanya bertujuan untuk meraih simpati orang di internet
saja.
Internet sendiri sepertinya menjadi media yang tepat bagi orang penderita Internet Asperger Syndrome dikarenakan dia merasa aman dan terlindungi karena orang yang dia caci maki akan sulit untuk mengancam balik di dunia nyata.
3. Internet Asperger Syndrome
Gangguan jiwa yang ketiga yang biasa diidap pengguna internet adalah Internet Asperger Syndrome. Gangguan jiwa ini menyebabkan orang yang biasanya pendiam di dunia nyata tiba-tiba menjadi seseorang yang kasar dan sering mencaci maki orang lain melalui akun sosial media ataupun di forum-forum yang diikutinya.Internet sendiri sepertinya menjadi media yang tepat bagi orang penderita Internet Asperger Syndrome dikarenakan dia merasa aman dan terlindungi karena orang yang dia caci maki akan sulit untuk mengancam balik di dunia nyata.
4. Online Intermittent Explosive Disorder
Gangguan jiwa ini menyebabkan pengidapnya terbiasa marah dan meledakkan emosinya dikarenakan hal-hal sepele.
Di dalam dunia psikologis, penyakit ini disebut dengan Intermittent
Explosive Disorder.Laporan dari cracked.com menyebutkan jika 6 persen
dari pengguna internet di tahun 2009 tercatat mengidap gangguan
jiwa ini.
5. Low Forum Frustration Tolerance
Low Forum Frustration Tolerance merupakan gangguan jiwa yang
menyebabkan penggunanya merasa haus akan sebuah self esteem atau
pengakuan diri dari pengguna lain di internet.
Contohnya adalah ketika seorang pengidap gangguan jiwa ini merasa
telah mengunggah sebuah posting yang dianggapnya bagus di internet, maka
penderita tersebut akan mengecek postingan tersebut bahkan tiap menit
untuk melihat berapa orang yang telah merespon postingannya.
Langganan:
Postingan (Atom)







