Saya kebetulan mentor bagi dua orang ini: Dian Sastro dan Mooryati Soedibyo.
Akan tetapi, pada Susi Pudjiastuti yang kini menjadi menteri, saya justru belajar.
Ketiganya perempuan hebat, tetapi selalu diuji oleh sebagian kecil orang yang mengaku pandai.
Entah ini stereotyping, atau soal buruknya metakognisi bangsa, saya kurang tahu persis.
Mooryati Soedibyo.
Sewaktu diterima di program doktoral UI yang pernah saya pimpin, usianya saat itu sudah 75 tahun. Namun,berbeda dengan mahasiswa lain yang datang pakai jins,dia selalu berkebaya. Anda tentu tahu berapa lama waktu yang diperlukan
untuk berkebaya, bukan? Akan tetapi, ia memiliki hal yang tak dimiliki
orang lain: self discipline.
Sampai hari ini, dia adalah
satu-satunya mahasiswa saya yang tak pernah absen barang sehari pun.
Padahal, saat itu ia salah satu pimpinan MPR.Memang ia tampak sedikit
kewalahan "bersaing" dengan rekan kuliahnya yang jauh lebih muda. Akan
tetapi, rekan-rekan kuliahnya mengakui, kemajuannya cepat. Dari bahasa
jamu ke bahasa strategic management dan science yang banyak aturannya.Teman-teman belajarnya bersaksi: "Pukul 08.00 malam, kami yang memimpin
diskusi. Tetapi pukul 24.00, yang muda mulai ngantuk, Ibu Moor yang
memimpin. Dia selalu mengingatkan tugas harus selesai, dan tak boleh
asal jadi."
Masalahnya, ia pemilik perusahaan besar, dan usianya
sudah lanjut. Ada stereotyping dalam kepala sebagian orang. Sosok
seperti ini jarang ada yang mau kuliah sungguhan untuk meraih ilmu.
Nyatanya, kalangan berduit lebih senang meraih gelar doktor HC (honoris
causa) yang jalurnya cukup ringan.
Akan tetapi, Mooryati tak memilih jalur itu. Ia ingin melatih kesehatan otaknya, mengambil risiko dan lulus 4 tahun kemudian. Hasil penelitiannya menarik perhatian Richard D’aveni
(Tuck School-USA), satu dari 50 guru strategi teratas dunia. Belakangan,
ia juga sering diminta memaparkan kajian risetnya di Amerika Serikat,
Belanda, dan Jerman.
Meski diuji di bawah guru besar terkemuka
Prof Dorodjatun Kuntjoro Jakti, kadang saya masih mendengar
ucapan-ucapan miring dari orang-orang yang biasa menggunakan
kacamata buram dan lidahnya pahit. Ada saja orang yang mengatakan ia
"diluluskan" dengan bantuan, "sekolahnya hanya dua tahun", dan
seterusnya.
Anehnya, kabar itu justru beredar di kalangan
perempuan yang tak mau tahu keteladanan yang ia tunjukkan. Kadang ada
juga yang merasa lebih tahu dari apa yang sebenarnya terjadi. Akan
tetapi, ada satu hal yang sulit mereka sangkal. Perempuan yang meraih
doktor pada usia 79 tahun ini
berhasil mewujudkan usahanya menjadi besar tanpa.fasilitas. Perusahaannya juga go public.
Padahal, yang menjadi dosennya saja belum tentu bisa melakukan hal itu, bahkan membuat publikasi ilmiah internasional saja tidak. Namun, Bu Moor juga berhasil mengangkat reputasi jamu di pentas dunia.
Dian Sastro
Dia juga mahasiswi saya yang keren. Sewaktu diterima
di program S-2 UI, banyak juga yang bertanya: apa benar artis mau bersusah payah belajar lagi di UI? Anak-anak saya di UI tahu persis bahwa saya memang cenderung bersahabat, tetapi mereka juga tahu sikap saya: "no bargain on process and quality".
Dian, sudah artis, dan sedang hamil pula saat mulai kuliah. Urusannya
banyak: keluarga, film, dan seabrek tugas. Namun lagi-lagi, satu hal ini
jarang dimiliki yang lain: self discipline. Ia tak pernah abai
menjalankan tugas. Sebulan yang lalu, setelah lulus dengan cum laude dari MM UI, ia berbagi pengalaman hidupnya di program S-1 pada kelas yang saya asuh. "Saat ayah saya meninggal dunia, ibu saya berujar: kamu bukan anak orang kaya. Ibu tak bisa menyekolahkan kalau kamu
tidakoutstanding," ujarnya. Ia pun melakukan riset terhadap putri-putri
terkenal. Di situ ia melihat nama-nama besar yang tak lahir dari
kemudahan. "Saya tidak cantik, dan tak punya apa-apa," ujarnya. Dengan uang sumbangan dari para pelayat ayahnya, ia belajar di sebuah sekolah kepribadian. Setiap pagi, ia juga melatih disiplin, jogging berkilo-kilometer dari Jatinegara hingga ke Cawang, ikut seni bela diri. "Mungkin kalian tak percaya karena tak pernah menjalaninya," ujarnya.
Itulah mental kejuangan, yang kini disebut ekonom James Heckman sebagai kemampuan nonkognisi.
Dian lulus cum laude dari S-2 UI, dari ilmu keuangan pula, yang sarat matematikanya. Padahal, bidang studi S-1 Dian amat berjauhan: filsafat.
Metakognisi Susi Pudjiastuti
Sekarang kita bahas menteri kelautan dan perikanan yang ramai diolok-olok karena "sekolahnya". Beruntung, banyak juga yang membelanya. Khusus terhadap Susi, saya bukanlah mentornya. Ia
terlalu hebat. Ia justru sering saya undang memberi kuliah. Dia adalah
"self driver" sejati, yang bukan putus sekolah, melainkan berhenti
secara sadar. Sampai di sini, saya ingin mengajak Anda merenung, adakah
di antara kita yang punya kesadaran dan keberanian sekuat itu?
Akan tetapi, berbeda dengan kebanyakan orangtua yang membiarkan anaknya menjadi "passenger", ayah Susi justru marah besar.Pada usia muda, di pesisir selatan yang terik, Susi memaksa hidup
mandiri. Ditemani sopir, ia menyewa truk dari Pangandaran, membawa ikan
dan udang, dilelang di Jakarta. Hal itu dijalaninya selama bertahun-tahun, seorang diri.
Saat saya mengirim mahasiswa pergi "melihat pasar" keluar negeri yang
terdiri dari tiga orang untuk satu negara, Susi membujuk saya agar cukup
satu orang satu negara. Saya menurutinya (kisah mereka bisa dibaca dalam buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor).
Dari usaha perikanannya itu, ia jadi mengerti penderitaan yang dialami
nelayan. Ia juga belajar seluk-beluk logistik ikan, menjadi pengekspor,
sampai terbentuk keinginan memiliki pesawat agar ikan tangkapan nelayan bisa diekspor dalam bentuk hidup, yang nilainya lebih tinggi.
Dari ikan, jadilah bisnis carter pesawat, yang di bawahnya ada tempat penyimpanan
untuk membawa ikan segar.
Dari Susi, kita bisa belajar bahwa kehidupan tak bisa hanya dibangun dari hal-hal kognitif semata yang hanya bisa didapat dari bangku sekolah. Kita memang membutuhkan matematika dan fisika untuk memecahkan rahasia alam. Kita juga butuh ilmu-ilmu baru yang basisnya adalah
kognisi. Akan tetapi, tanpa kemampuan nonkognisi, semua sia-sia. Ilmu nonkognisi itu belakangan naik kelas, menjadi metakognisi: faktor
pembentuk yang paling penting dibalik lahirnya ilmuwan-ilmuwan besar,
wirausaha kelas dunia, dan praktisi-praktisi andal. Kemampuan bergerak,berinisiatif, self discipline, menahan diri, fokus, respek, berhubungan baik dengan orang lain, tahu membedakan kebenaran dengan pembenaran, mampu membuka dan mencari "pintu" adalah
fondasi penting bagi pembaharuan, dan kehidupan yang produktif.
Manusia itu belajar untuk membuat diri dan bangsanya tangguh, mengatasi masalah, mampu mengambil keputusan, bisa membuat kehidupan lebih produktif dan penuh kedamaian.
Kalau cuma bisa membuat keonaran dan adu pandai saja,
kita belum tuntas mengurai persepsi, baru sekadar mampu mendengar,
tetapi belum bisa menguji kebenaran dengan bijak dan mengembangkannya ke dalam tindakan yang produktif.
Ketiga orang itu mungkin tak sehebat Anda yang senang melihat kecerdasan orang dari pendekatan kognitif yang bermuara pada angka, teori, ijazah, dan stereotyping.
Akan tetapi, saya harus mengatakan, studi-studi terbaru menemukan,
ketidakmampuan meredam rasa tidak suka atau kecemburuan pada orang lain,
kegemaran menyebarkan fitnah dan rasa benar sendiri, hanya akan menghasilkan kesombongan diri.
Anak-anak kita pada akhirnya belajar dari kita, dan apa yang kita ucapkan dalam keseharian kita juga akan membentuk mereka
Senin, 3 November 2014 (@Rhenald_Kasali)
KOMPAS.com —
Laman
- HOME
- VISI MISI
- TRAINING
- OUTBOUND - FUN GAMES
- HIGH ROPE
- PAINTBALL
- RAFTING
- FIREWALK
- TIGER JUMP
- COUCHING - CONSELING
- TRAVELLING
- MULTIMEDIA
- EVENT ORGANIZER
- MANAGEMENT TEAM & TRAINER
- FOTO GALERY
- CONTACT
- PARTNER
- ARTICLE
- INSPIRATIONAL VIDEO
- INSPIRATIONAL POSTER
- CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
- ARCHERY - BELAJAR MEMANAH MEMBANGUN KARAKTER
- www. TRUST ARCHERY ACADEMY .blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label Artikel Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Motivasi. Tampilkan semua postingan
Penghormatan Terakhir
Suatu hari di sebuah perusahaan, ketika para karyawannya kembali dari istirahat dan makan siang, mereka dikejutkan dengan sebuah pengumuman yang dipasang di pintu depan kantor tersebut.
Pengumuman tersebut berbunyi, “Telah meninggal dunia orang yang telah menghambat karir Anda di kantor. Seluruh karyawan diharap berkumpul di aula untuk memberikan penghormatan terakhir…”
Setiap orang yang membaca pengumuman tersebut menjadi sedih, sekaligus bertanya-tanya siapa sebenarnya orang yang meninggal tersebut, karena mereka tidak mendengar ada kabar rekan kerja mereka meninggal.
Rasa penasaran para karyawan tersebut semakin meninggi saat tiba di
aula untuk melakukan penghormatan terakhir. Setiap karyawan
bertanya-tanya, “Siapakah orang ini yang menghambat karir saya? Tapi
setidaknya dia sudah mati hari ini!”
Satu per satu karyawan diberi kesempatan mendekat ke peti mati yang terletak di tengah aula dan saat mereka melihat ke dalam peti mati tiba-tiba mereka tercekat dan tidak bisa berkata apa-apa. Mereka berdiri di dekat peti mati, terkejut dan diam, seperti ada yang menyentuh bagian yang terdalam dari jiwa-jiwa mereka.
Ada sebuah cermin dalam peti mati tersebut, dan setiap orang yang melongok ke dalam akan melihat dirinya sendiri. Di samping cermin tersebut terdapat sebuah tulisan, “Hanya ada satu orang yang mampu mengatur batas kemampuan dan karir Anda, yaitu ANDA SENDIRI.”
Anda adalah orang satu-satunya yang dapat me-revolusi diri Anda sendiri.
Anda adalah satu-satunya orang yang dapat mempengaruhi kebahagiaan Anda, me-realisasikan sukses Anda sendiri.
Dan Anda satu-satunya orang yang dapat membantu diri Anda sendiri.
Hidup Anda tidak berubah ketika atasan atau bos Anda berubah, ketika teman-teman Anda berubah, ketika orang tua Anda berubah, ketika perusahaan berubah.
Hidup Anda berubah ketika ANDA berubah, ketika Anda dapat berpikir melampaui keyakinan Anda yang membatasi, ketika Anda sadar bahwa Anda-lah satu-satunya orang yang bertanggung jawab pada hidup Anda.
Note: "The most important relationship you can have, is the one you have with yourself."
sumber : fb
Satu per satu karyawan diberi kesempatan mendekat ke peti mati yang terletak di tengah aula dan saat mereka melihat ke dalam peti mati tiba-tiba mereka tercekat dan tidak bisa berkata apa-apa. Mereka berdiri di dekat peti mati, terkejut dan diam, seperti ada yang menyentuh bagian yang terdalam dari jiwa-jiwa mereka.
Ada sebuah cermin dalam peti mati tersebut, dan setiap orang yang melongok ke dalam akan melihat dirinya sendiri. Di samping cermin tersebut terdapat sebuah tulisan, “Hanya ada satu orang yang mampu mengatur batas kemampuan dan karir Anda, yaitu ANDA SENDIRI.”
Anda adalah orang satu-satunya yang dapat me-revolusi diri Anda sendiri.
Anda adalah satu-satunya orang yang dapat mempengaruhi kebahagiaan Anda, me-realisasikan sukses Anda sendiri.
Dan Anda satu-satunya orang yang dapat membantu diri Anda sendiri.
Hidup Anda tidak berubah ketika atasan atau bos Anda berubah, ketika teman-teman Anda berubah, ketika orang tua Anda berubah, ketika perusahaan berubah.
Hidup Anda berubah ketika ANDA berubah, ketika Anda dapat berpikir melampaui keyakinan Anda yang membatasi, ketika Anda sadar bahwa Anda-lah satu-satunya orang yang bertanggung jawab pada hidup Anda.
Note: "The most important relationship you can have, is the one you have with yourself."
sumber : fb
Berhenti Sejenak, Mengasah Diri
Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran pekerjaan seorang untuk
menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi
kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon
itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.
Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan.
“Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.
Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.
“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan.
Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.
Istirahat bukan berarti berhenti
Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi
Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !
Dari cerita motivasi kerja diatas, kiranya Anda semua dapat menyimpulkan bagaimana cara kerja yang baik, tanpa harus selalu menguras tenaga terus menerus, untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal. Semoga sedikit cerita motivasi kerja ini dapat menginspirasi kita semua.
sumber : fb
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.
Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan.
“Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.
Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.
“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan.
Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.
Istirahat bukan berarti berhenti
Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi
Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !
Dari cerita motivasi kerja diatas, kiranya Anda semua dapat menyimpulkan bagaimana cara kerja yang baik, tanpa harus selalu menguras tenaga terus menerus, untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal. Semoga sedikit cerita motivasi kerja ini dapat menginspirasi kita semua.
sumber : fb
Renungan Umur Kita
1 hari di sisi Tuhanmu (akhirat) adalah spt 1000 th menurut perhitunganmu. (QS 22: 47).
"Ternyata cuma 1,5 jam saja umur kita hidup di dunia ini". Mari kita lihat berdasarkan Al Qur'an.
1 hari akhirat = 1000 tahun.
3 jam akhirat = 125 tahun.
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun.
"Ternyata cuma 1,5 jam saja umur kita hidup di dunia ini". Mari kita lihat berdasarkan Al Qur'an.
1 hari akhirat = 1000 tahun.
3 jam akhirat = 125 tahun.
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun.
Jika umur manusia rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja.
Pantaslah kita selalu diingatkan "masalah waktu" (QS : 103:1)
Ternyata hanya " satu setengah jam saja" yg akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka. (QS 35:15, 4:170).
Cuma "satu setengah jam saja" cobaan hidup, maka bersabarlah (QS 74:7, 52:48, 39:10).
Demikian juga hanya "satu setengah jam saja" kita harus menahan nafsu dan mengganti dengan sunnah-Nya. (QS 12:53, 33:38).
"Satu Setengah Jam" sebuah perjuangan yg teramat singkat dan Allah akan mengganti surga Ridha Allah. (QS 9:72, 98:8, 4:114).
Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti (QS 59:18, 42:20, 3:148, 28:77).
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sungguh2 mengetahui"
(QS 23:114)
[8:53 20/10/2014] +62 852-8682-1400: فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
sumber : fb
Pantaslah kita selalu diingatkan "masalah waktu" (QS : 103:1)
Ternyata hanya " satu setengah jam saja" yg akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka. (QS 35:15, 4:170).
Cuma "satu setengah jam saja" cobaan hidup, maka bersabarlah (QS 74:7, 52:48, 39:10).
Demikian juga hanya "satu setengah jam saja" kita harus menahan nafsu dan mengganti dengan sunnah-Nya. (QS 12:53, 33:38).
"Satu Setengah Jam" sebuah perjuangan yg teramat singkat dan Allah akan mengganti surga Ridha Allah. (QS 9:72, 98:8, 4:114).
Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti (QS 59:18, 42:20, 3:148, 28:77).
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sungguh2 mengetahui"
(QS 23:114)
[8:53 20/10/2014] +62 852-8682-1400: فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
sumber : fb
Antara Kentang, Telur dan Biji Kopi
Ini adalah sebuah cerita tentang pentingnya berpikir positif jika menghadapi masalah.
Suatu ketika seorang anak perempuan mengeluh pada ayahnya bahwa hidupnya sangat susah dan dia tidak tahu bagaimana cara menghadapinya. Ia merasa lelah menghadapi sulitnya hidup yang dijalaninya dan tampaknya masalah selalu datang bertubi-tubi, selesai satu masalah, datang masalah yang lain lagi.
Sang ayah yang seorang koki kemudian mengajaknya ke dapur. Ia mengambil tiga buah panci dan mengisinya dengan air serta meletakkannya di atas api. Setelah ketiga panci mulai mendidih ia meletakkan sebuah kentang ke dalam panci pertama, telur pada paci ke dua dan biji kopi di panci ke tiga.
Sang ayah kemudian duduk dan diam menunggu tanpa mengucap satu katapun pada putrinya.
Putrinya yang tak sabar dengan apa yang dilakukan ayahnya mengeluh, tampak gusar dan gelisah sambil bertanya dalam hatinya, "apa yang akan dilakukan ayah?"
Setelah kurang lebih dua puluh menit berlalu, sang ayah mematikan kompor.
Dia mengambil kentang dari panci dan meletakkannya dalam mangkok. Lalu mengambil telur dan meletakkanya dalam mangkuk yang lain. Dia kemudian menyendok kopi dan menuangkannya dalam sebuah cangkir.
Pandangan sang ayah beralih pada putrinya dan ia bertanya, "Putriku, apa yang kamu lihat?"
"Kentang, telur dan kopi," jawab putrinya dengan terburu-buru dan setengah hati.
"Lihat lebih dekat", kata sang ayah, "cobalah untuk menyentuhnya."
Dia melakukan dan menyadari bahwa kentangnya telah berubah menjadi lembut. Sang ayah kemudian memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya. Setelah mengupas kulitnya, ia mengamati telur rebus. Akhirnya, sang ayah memintanya untuk mencicipi kopi dalam gelas dan tercium aroma yang harum dan membuat anak perempuan tersebut tersenyum pada ayahnya.
"Ayah, apa artinya ini semua?" tanyanya.
Sang ayah kemudian menjelaskan bahwa kentang, telur dan biji kopi memiliki kemampuan menghadapi kesulitan pada air mendidih. Namun, masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Kentang yang keras saat dimasukkan tetapi dalam air mendidih, menjadi lunak dan lembut.
Telur itu rapuh, dengan kulit luar tipis yang melindungi cairan di dalamnya saat dimasukkan ke dalam air mendidih bagian dalam telur menjadi keras.
Namun, biji kopi yang unik. Setelah mereka terkena air mendidih, biji tersebut mengubah warna air dan menciptakan sesuatu yang baru.
"Yang manakah dirimu?" tanya ayah pada putrinya. "Ketika kesulitan menderamu, bagaimana kamu menyikapinya? Apakah kamu seperti sebuah kentang, telur, atau kopi?"
Dalam kehidupan, banyak hal terjadi di sekitar kita. Tetapi satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah apa yang terjadi dalam diri kita.
Tipe yang manakah Anda? Ketika datang sebuah masalah (dan akan datang masalah yang lain lagi) bagaimana kita bereaksi?
Apakah problema yang datang akan membuat kita lemah, keras hati atau menyebabkan kita berubah menjadi sesuatu yang berharga?
"Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang Anda temukan, itu adalah sesuatu yang Anda buat."
"Senyum dalam kenikmatan, senyum kesakitan, Tersenyumlah saat kesulitan mendera seperti hujan, Senyum ketika seseorang menyakiti Anda, Tersenyumlah karena seseorang pasti peduli pada Anda."
Suatu ketika seorang anak perempuan mengeluh pada ayahnya bahwa hidupnya sangat susah dan dia tidak tahu bagaimana cara menghadapinya. Ia merasa lelah menghadapi sulitnya hidup yang dijalaninya dan tampaknya masalah selalu datang bertubi-tubi, selesai satu masalah, datang masalah yang lain lagi.
Sang ayah yang seorang koki kemudian mengajaknya ke dapur. Ia mengambil tiga buah panci dan mengisinya dengan air serta meletakkannya di atas api. Setelah ketiga panci mulai mendidih ia meletakkan sebuah kentang ke dalam panci pertama, telur pada paci ke dua dan biji kopi di panci ke tiga.
Sang ayah kemudian duduk dan diam menunggu tanpa mengucap satu katapun pada putrinya.
Putrinya yang tak sabar dengan apa yang dilakukan ayahnya mengeluh, tampak gusar dan gelisah sambil bertanya dalam hatinya, "apa yang akan dilakukan ayah?"
Setelah kurang lebih dua puluh menit berlalu, sang ayah mematikan kompor.
Dia mengambil kentang dari panci dan meletakkannya dalam mangkok. Lalu mengambil telur dan meletakkanya dalam mangkuk yang lain. Dia kemudian menyendok kopi dan menuangkannya dalam sebuah cangkir.
Pandangan sang ayah beralih pada putrinya dan ia bertanya, "Putriku, apa yang kamu lihat?"
"Kentang, telur dan kopi," jawab putrinya dengan terburu-buru dan setengah hati.
"Lihat lebih dekat", kata sang ayah, "cobalah untuk menyentuhnya."
Dia melakukan dan menyadari bahwa kentangnya telah berubah menjadi lembut. Sang ayah kemudian memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya. Setelah mengupas kulitnya, ia mengamati telur rebus. Akhirnya, sang ayah memintanya untuk mencicipi kopi dalam gelas dan tercium aroma yang harum dan membuat anak perempuan tersebut tersenyum pada ayahnya.
"Ayah, apa artinya ini semua?" tanyanya.
Sang ayah kemudian menjelaskan bahwa kentang, telur dan biji kopi memiliki kemampuan menghadapi kesulitan pada air mendidih. Namun, masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Kentang yang keras saat dimasukkan tetapi dalam air mendidih, menjadi lunak dan lembut.
Telur itu rapuh, dengan kulit luar tipis yang melindungi cairan di dalamnya saat dimasukkan ke dalam air mendidih bagian dalam telur menjadi keras.
Namun, biji kopi yang unik. Setelah mereka terkena air mendidih, biji tersebut mengubah warna air dan menciptakan sesuatu yang baru.
"Yang manakah dirimu?" tanya ayah pada putrinya. "Ketika kesulitan menderamu, bagaimana kamu menyikapinya? Apakah kamu seperti sebuah kentang, telur, atau kopi?"
Dalam kehidupan, banyak hal terjadi di sekitar kita. Tetapi satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah apa yang terjadi dalam diri kita.
Tipe yang manakah Anda? Ketika datang sebuah masalah (dan akan datang masalah yang lain lagi) bagaimana kita bereaksi?
Apakah problema yang datang akan membuat kita lemah, keras hati atau menyebabkan kita berubah menjadi sesuatu yang berharga?
"Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang Anda temukan, itu adalah sesuatu yang Anda buat."
"Senyum dalam kenikmatan, senyum kesakitan, Tersenyumlah saat kesulitan mendera seperti hujan, Senyum ketika seseorang menyakiti Anda, Tersenyumlah karena seseorang pasti peduli pada Anda."
5 Perhiasan Dunia yang Paling Mahal
1. Diamond Drop Earrings by House Of Harry Winston
Anting yang satu ini merupakan rancangan Harry Winston,. Di tangan Winston, permata 60 karat dibingkai di atas emas putih. Anting-anting ini dihargai Rp 77,1 miliar.
2. Garrard’s Heart of the Kingdom Ruby (Rp.126,96 miliar)
Garrard’s heart of the kingdom ruby merupakan kalung termahal di dunia, dengan 40,63 karat Ruby Burma berbentuk hati yang dikelilingi 155 karat permata. Ruby Burma merupakan salah satu ruby yang paling dicari karena merupakan jenis ruby berona darah merah. Dan, tak tanggung-tanggung, untuk satu kalung ini, dijual dengan seharga Rp.126,96 miliar.
3. The Wittelsbach-Graff Diamond (Rp212,2 miliar)
Permata the wittelsbach-Graff adalah permata biru 35.56 karat yang ditambang di India.
4. The Graff Pink Diamond (Rp 417,1 miliar) Pemata emerald pink 24,78 karat.
Dan taukah anda perhiasan dunia paling mahal di dunia melebihi seluruh perhiasan di dunia ??
Perhiasan yang paling baik dari seluruh emas dan berlian di dunia???
Dia adalah ...
5.Wanita Solehah...
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
الدُّنْيَا مَتاَعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)
Wanita Solehah lebih baik dari perhiasan di dunia seluruhnya
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:
أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417.)
# Rabbanaa Hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yun waj'alnaa lil muttaqiina imaaman..
Garrard’s heart of the kingdom ruby merupakan kalung termahal di dunia, dengan 40,63 karat Ruby Burma berbentuk hati yang dikelilingi 155 karat permata. Ruby Burma merupakan salah satu ruby yang paling dicari karena merupakan jenis ruby berona darah merah. Dan, tak tanggung-tanggung, untuk satu kalung ini, dijual dengan seharga Rp.126,96 miliar.
3. The Wittelsbach-Graff Diamond (Rp212,2 miliar)
Permata the wittelsbach-Graff adalah permata biru 35.56 karat yang ditambang di India.
4. The Graff Pink Diamond (Rp 417,1 miliar) Pemata emerald pink 24,78 karat.
Dan taukah anda perhiasan dunia paling mahal di dunia melebihi seluruh perhiasan di dunia ??
Perhiasan yang paling baik dari seluruh emas dan berlian di dunia???
Dia adalah ...
5.Wanita Solehah...
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
الدُّنْيَا مَتاَعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)
Wanita Solehah lebih baik dari perhiasan di dunia seluruhnya
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:
أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417.)
# Rabbanaa Hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yun waj'alnaa lil muttaqiina imaaman..
USAHA MAKSIMAL
Adalah Abdullah Al Azzam, seorang syekh teladan dan panutan.
Dihormati lagi disegani, oleh para muridnya
Pada suatu saat beliau ditanya oleh muridnya, “Ya syekh, apa yang dimaksud dengan mastatho’tum”?
Sang Syekh-pun membawa muridnya ke sebuah lapangan.
Meminta semuanya muridnya sekuat tenaga, mengelilingi lapangan semampu mereka.
Titik dan waktu keberangkatan sama, akan tetapi waktu akhir dan jumlah setiap murid akan berbeda. Satu masih belum terasa. Kedua berkurang tenaga.
Kini mulai berguguran perlahan di ketiga.
Hingga tersisa beberapa saja yang masih berusaha sekuat tenaga.
Hingga akhirnya satu persatu merasa lelah, menyerah.
Mereka semuapun menepi ke pinggir lapangan, kelelahan. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga, semampu mereka.
Setelah semua menyerah, Sang Syekh-pun tak mau kalah.
Beliau mengelilingi lapangan hingga membuat semua muridnya keheranan.
Semua kaget dan tidak tega melihat gurunya yang sudah tua itu kepayahan.
Satu masih berseri seri. Dua mulai pucat pasi. Tiga mulai kehilangan kendali.
Menuju keempat Sang Syekh makin tampak kelelahan, raut mukanya memerah , keringat bertetesan, nafas tersengal-sengal tidak beraturan.
Tapi dia tetap berusaha. Beliau terus berlari sekuat tenaga, dari cepat, melambat, melambat lagi, hingga kemudian beliaupun terhuyung tanpa penyangga.
Energinya terkuras habis tak tersisa. Beliau jatuh pingsan, tak sadarkan diri.
Setelah beliau siuman dan terbangun, muridnya bertanya,
“Syekh, apa yang hendak engkau ajarkan kepada kami?”
“Muridku, Inilah yang dinamakan titik mastatho’tum!
Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita”. Jawab Sang Syekh dengan mantap.
Semoga kita dijauhkan dari kemalasan, dari lemahnya azzam, dari kecilnya kontribusi kita....
Sumber : FB Budiman Sujatmiko
Dihormati lagi disegani, oleh para muridnya
Pada suatu saat beliau ditanya oleh muridnya, “Ya syekh, apa yang dimaksud dengan mastatho’tum”?
Sang Syekh-pun membawa muridnya ke sebuah lapangan.
Meminta semuanya muridnya sekuat tenaga, mengelilingi lapangan semampu mereka.
Titik dan waktu keberangkatan sama, akan tetapi waktu akhir dan jumlah setiap murid akan berbeda. Satu masih belum terasa. Kedua berkurang tenaga.
Kini mulai berguguran perlahan di ketiga.
Hingga tersisa beberapa saja yang masih berusaha sekuat tenaga.
Hingga akhirnya satu persatu merasa lelah, menyerah.
Mereka semuapun menepi ke pinggir lapangan, kelelahan. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga, semampu mereka.
Setelah semua menyerah, Sang Syekh-pun tak mau kalah.
Beliau mengelilingi lapangan hingga membuat semua muridnya keheranan.
Semua kaget dan tidak tega melihat gurunya yang sudah tua itu kepayahan.
Satu masih berseri seri. Dua mulai pucat pasi. Tiga mulai kehilangan kendali.
Menuju keempat Sang Syekh makin tampak kelelahan, raut mukanya memerah , keringat bertetesan, nafas tersengal-sengal tidak beraturan.
Tapi dia tetap berusaha. Beliau terus berlari sekuat tenaga, dari cepat, melambat, melambat lagi, hingga kemudian beliaupun terhuyung tanpa penyangga.
Energinya terkuras habis tak tersisa. Beliau jatuh pingsan, tak sadarkan diri.
Setelah beliau siuman dan terbangun, muridnya bertanya,
“Syekh, apa yang hendak engkau ajarkan kepada kami?”
“Muridku, Inilah yang dinamakan titik mastatho’tum!
Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita”. Jawab Sang Syekh dengan mantap.
Semoga kita dijauhkan dari kemalasan, dari lemahnya azzam, dari kecilnya kontribusi kita....
Sumber : FB Budiman Sujatmiko
MEMBELI KEAJAIBAN
Sally, gadis kecil 8 tahun, secara tak sengaja mendengar orang tuanya membicarakan adik lelakinya, Georgi yang menderita sakit parah.
Hanya operasi yang sangat mahal yang bisa menyelamatkan hidupnya, tapi mereka tak punya biaya.
Sally mendengar ayahnya berkata, “Hanya KEAJAIBAN yang bisa menyelamatkannya”.
Lalu Sally membuka tabungannya, dikeluarkannya semua isinya ke lantai dan kemudian menghitungnya.
Dengan membawa uang tabungan itu, Sally menyelinap keluar dan pergi ke apotek.
“Apa yang kau perlukan?”, tanya apoteker.
“Aku mau menolong adikku, dia sakit dan aku mau membeli keajaiban”, jawab Sally.
“Apa?!" Sang apoteker sedikit bingung.
“Ayahku mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya. Jadi berapa harganya ?”
“Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil” jawab apoteker.
“Tapi saya punya uang. Katakan saja berapa harga keajaiban ?”
Seorang pria berpakaian rapi yang yang mendengar percakapan Sally dan apoteker mendekat dan bertanya,
“Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan adikmu ?”.
“Saya tak tahu”, jawab Sally. Air mata mulai menetes di pipinya.
“Saya hanya tahu dia sakit parah dan ayah mengatakan bahwa ia perlu dioperasi".
Orang tuaku tak mampu membayarnya, tapi saya punya uang ini”.
“Berapa uang yang kamu punya?”, tanya pria itu lagi.
“Satu dollar, sebelas sen” jawab Sally dengan yakin.
“Kebetulan sekali”, kata pria itu sambil tersenyum, “Satu dollar dan sebelas sen, harga yang tepat untuk membeli keajaiban, yang dapat menolong adikmu!”
Orang itu mengambil uang Sally, kemudian memegang tangan Sally,
“Bawa saya kepada adikmu, saya mau bertemu dengannya dan orang tuamu”
Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal. Operasi dilakukan tanpa biaya dan tak butuh waktu yang lama Georgi kembali ke rumah dalam keadaan sehat.
Orang tuanya sangat bahagia.
Sally tersenyum.
Dia tahu pasti berapa harga keajaiban tersebut, Satu dollar dan sebelas sen! ditambah dengan keyakinan.
Sumber : FB Ust. Reza Syarief
Lalu Sally membuka tabungannya, dikeluarkannya semua isinya ke lantai dan kemudian menghitungnya.
Dengan membawa uang tabungan itu, Sally menyelinap keluar dan pergi ke apotek.
“Apa yang kau perlukan?”, tanya apoteker.
“Aku mau menolong adikku, dia sakit dan aku mau membeli keajaiban”, jawab Sally.
“Apa?!" Sang apoteker sedikit bingung.
“Ayahku mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya. Jadi berapa harganya ?”
“Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil” jawab apoteker.
“Tapi saya punya uang. Katakan saja berapa harga keajaiban ?”
Seorang pria berpakaian rapi yang yang mendengar percakapan Sally dan apoteker mendekat dan bertanya,
“Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan adikmu ?”.
“Saya tak tahu”, jawab Sally. Air mata mulai menetes di pipinya.
“Saya hanya tahu dia sakit parah dan ayah mengatakan bahwa ia perlu dioperasi".
Orang tuaku tak mampu membayarnya, tapi saya punya uang ini”.
“Berapa uang yang kamu punya?”, tanya pria itu lagi.
“Satu dollar, sebelas sen” jawab Sally dengan yakin.
“Kebetulan sekali”, kata pria itu sambil tersenyum, “Satu dollar dan sebelas sen, harga yang tepat untuk membeli keajaiban, yang dapat menolong adikmu!”
Orang itu mengambil uang Sally, kemudian memegang tangan Sally,
“Bawa saya kepada adikmu, saya mau bertemu dengannya dan orang tuamu”
Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal. Operasi dilakukan tanpa biaya dan tak butuh waktu yang lama Georgi kembali ke rumah dalam keadaan sehat.
Orang tuanya sangat bahagia.
Sally tersenyum.
Dia tahu pasti berapa harga keajaiban tersebut, Satu dollar dan sebelas sen! ditambah dengan keyakinan.
Sumber : FB Ust. Reza Syarief
PEKERJAAN, KELUARGA, KESEHATAN, SAHABAT, SEMANGAT... Jagalah !
Brian Dyson, mantan CEO Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yg
sangat menarik.
Katanya, "Bayangkan hidup itu spt pemain akrobat dengan 5 bola di udara. Kita bisa menamai bola-bola itu dengan sebutan:
1- pekerjaan
2- keluarga
3- kesehatan
4- sahabat, dan
5- semangat.
Kita harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yg terjatuh.
Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu di antara 5 bola tsb, lepaskanlah "Pekerjaan" karena pekerjaan adalah BOLA KARET.
Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali. Namun 4 bola lain spt Keluarga, Kesehatan, Sahabat, dan Semangat adalah BOLA KACA.
Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal !"
Kemudian, Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang.
Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga pekerjaan (bola karet).
Bahkan kita mengorbankan keluarga, kesehatan, sahabat, dan semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut.
Contohnya:
- Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga,
- Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita tidak memperhatikan kesehatan,
- Demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan sahabat baik.
BUKAN berarti pekerjaan tidak penting!
Tapi jangan sampai uang atau pekerjaan menjadi "berhala" dalam hidup kita.
Ingat, kalaupun kita kehilangan, uang selalu bisa dicari lagi.
Tapi jika keluarga sudah "terjual", kemana kita bisa membelinya lagi?
Apakah kita bisa membeli sahabat?
Apakah kesehatan kita bisa kembali normal, jika kita terkena penyakit kritis?
Mari jaga agar prioritas hidup kita tetap seimbang!
sumber : FB
Katanya, "Bayangkan hidup itu spt pemain akrobat dengan 5 bola di udara. Kita bisa menamai bola-bola itu dengan sebutan:
1- pekerjaan
2- keluarga
3- kesehatan
4- sahabat, dan
5- semangat.
Kita harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yg terjatuh.
Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu di antara 5 bola tsb, lepaskanlah "Pekerjaan" karena pekerjaan adalah BOLA KARET.
Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali. Namun 4 bola lain spt Keluarga, Kesehatan, Sahabat, dan Semangat adalah BOLA KACA.
Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal !"
Kemudian, Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang.
Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga pekerjaan (bola karet).
Bahkan kita mengorbankan keluarga, kesehatan, sahabat, dan semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut.
Contohnya:
- Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga,
- Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita tidak memperhatikan kesehatan,
- Demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan sahabat baik.
BUKAN berarti pekerjaan tidak penting!
Tapi jangan sampai uang atau pekerjaan menjadi "berhala" dalam hidup kita.
Ingat, kalaupun kita kehilangan, uang selalu bisa dicari lagi.
Tapi jika keluarga sudah "terjual", kemana kita bisa membelinya lagi?
Apakah kita bisa membeli sahabat?
Apakah kesehatan kita bisa kembali normal, jika kita terkena penyakit kritis?
Mari jaga agar prioritas hidup kita tetap seimbang!
sumber : FB
PENTINGNYA SAHABAT YANG MEMILIKI KESHALIHAN
Imam Syafi'i berkata:
"Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dlm rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali"
Sahabat fillah luangkanlah waktu sejenak untuk membaca hadits yg mulia berikut ini....!!!
"Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dlm rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali"
Sahabat fillah luangkanlah waktu sejenak untuk membaca hadits yg mulia berikut ini....!!!
Diriwayatkan bahwa : Apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mereka tidak
menemukan Sahabat2 mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia.
Mereka bertanya tentang Sahabat mereka kepada اللّهُ سبحانه و تعالى ..
"Yaa Rabb...
Kami tidak melihat Sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami...??
"Maka اللّهُ سبحانه و تعالى berfirman:
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat-sahabatmu yg di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah."
(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").
Al-Hasan Al-Bashri berkata:
"Perbanyaklah Sahabat-sahabat mu'minmu, karena mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat".
Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat-sahabatnya sambil menangis:
"Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada اللّهُ تعالى tentang aku:
"Wahai Rabb Kami...
Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU..
Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu"
Sahabat fillah
Mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu tentang اللّهُ تعالى ..
Agar aku dapat besertamu kelak di Syurga & Ridho-Nya..
Yaa Rabb...
ْAku Memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku
Sahabat2 yang selalu mengajakku untuk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu..
Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di Akhirat dengan-Mu...
آمِيْن يَا مُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ
Semoga kita bisa mencari dan bersahabat dengan orang2 sholeh.آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Mereka bertanya tentang Sahabat mereka kepada اللّهُ سبحانه و تعالى ..
"Yaa Rabb...
Kami tidak melihat Sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami...??
"Maka اللّهُ سبحانه و تعالى berfirman:
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat-sahabatmu yg di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah."
(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").
Al-Hasan Al-Bashri berkata:
"Perbanyaklah Sahabat-sahabat mu'minmu, karena mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat".
Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat-sahabatnya sambil menangis:
"Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada اللّهُ تعالى tentang aku:
"Wahai Rabb Kami...
Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU..
Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu"
Sahabat fillah
Mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu tentang اللّهُ تعالى ..
Agar aku dapat besertamu kelak di Syurga & Ridho-Nya..
Yaa Rabb...
ْAku Memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku
Sahabat2 yang selalu mengajakku untuk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu..
Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di Akhirat dengan-Mu...
آمِيْن يَا مُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ
Semoga kita bisa mencari dan bersahabat dengan orang2 sholeh.آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
PENENANG HATI
عبارة جمیلة للدكتور عائض القرني ـَـَََـَ
Kalimat indah dari Dr. Aid Al Qarni
نحن لا نملك تغییر الماضي
Kita tdk bisa merubah sesuatu yg telah terjadi
و لا رسم المستقبل ..
Jg tdk bisa menentukan masa depan..
فلماذا نقتل انفسنا حسرة
Lalu mengapa kita bunuh diri kita dgn penyesalan?
على شيئ لا نستطیع تغییره؟
Atas apa yg sdh pasti tdk bisa kita rubah
الحیاه قصیرة وأهدافها كثيرة
Hidup itu singkat sementara targetnya banyak
فانظر الى السحاب
و لا تنظر الى التراب..
Maka, tataplah awan dan jgn lihat ke tanah..
إذا ضاقت بك الدروب
فعلیك بعلام الغیوب
و قل الحمد لله على كل شيئ
Kalau merasa jalan sdh sempit, kembalilah ke Allah yg Maha Mengetahui yg gaib!
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.
سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص
Kapal TITANIC dibuat oleh ratusan orang
وسفينة ( نوح ) بناها شخص واحد
Sedang kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang
الأولى غرقت والثانية حملت البشرية
Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia
التوفيق من الله سبحانه وتعالى
Taufik (petunjuk) hanya dari Allah SWT
نحن لسنا السكان الأصليين لهذا الكوكب الأرض !!
بل نحن ننتمي إلى ( الجنّة )
Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga
حيث كان أبونا أدم يسكن في البداية لكننا نزلنا هنا مؤقتاً لكي نؤدّي اختبارا قصيرا ثم نرجع بسرعة ..
Tempat dimana org tua kita nabi Adam, tinggal pertama kali.
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara,
Untuk mengikuti sedikit ujian lalu segera kembali.
فحاول أن تعمل ما بوسعك
لتلحق بقافلة الصالحين
التي ستعود إلى وطننا الجميل الواسع
و لا تضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير
Maka berusahalah semampumu, untuk mengejar rombongan org2 salih, yang akan kembali ke tanah air kita yg indah dn sgt luas
Jgn sia2kan waktumu di planet kecil ini..!
الفراق: ليَس السفِر، ولا فراق الحب، حتىّ الموت ليس فراقاْ
سنجتمَع في الآخره
الفراق هو: أن يكون أحدنا في الجنه، والآخر في النار
جعلني ربي واياكمَ من سكان جنته..
Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yg jauh,
Atau karena ditinggal orang yg kita cintai,
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita pasti akan bertemu di akhirat.
Perpisahan itu adalah,
Jika salah satu diantara kita di surga dan yg lain di neraka.
Semoga Allah swt menjadikan kita semua sebagai penghuni surga!
والحياه ما هي إلا قصة قصيرة !!
( من تراب . تراب . إلى تراب )
( ثم حساب . فثواب . أو عقاب )
Hidup ini adalah cerita pendek!!
(dari tanah, di atas tanah, dan kembali ke tanah)
Lalu hisab (yg hanya menghasilkan dua kemungkinan); pahala atau siksa.
فعش حياتك لله - تكن أسعد خلق ﷲ
Maka, Hiduplah semata-mata utk Allah niscaya kau akan jadi makhluk-Nya yg paling bahagia.
Kita tdk bisa merubah sesuatu yg telah terjadi
و لا رسم المستقبل ..
Jg tdk bisa menentukan masa depan..
فلماذا نقتل انفسنا حسرة
Lalu mengapa kita bunuh diri kita dgn penyesalan?
على شيئ لا نستطیع تغییره؟
Atas apa yg sdh pasti tdk bisa kita rubah
الحیاه قصیرة وأهدافها كثيرة
Hidup itu singkat sementara targetnya banyak
فانظر الى السحاب
و لا تنظر الى التراب..
Maka, tataplah awan dan jgn lihat ke tanah..
إذا ضاقت بك الدروب
فعلیك بعلام الغیوب
و قل الحمد لله على كل شيئ
Kalau merasa jalan sdh sempit, kembalilah ke Allah yg Maha Mengetahui yg gaib!
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.
سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص
Kapal TITANIC dibuat oleh ratusan orang
وسفينة ( نوح ) بناها شخص واحد
Sedang kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang
الأولى غرقت والثانية حملت البشرية
Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia
التوفيق من الله سبحانه وتعالى
Taufik (petunjuk) hanya dari Allah SWT
نحن لسنا السكان الأصليين لهذا الكوكب الأرض !!
بل نحن ننتمي إلى ( الجنّة )
Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga
حيث كان أبونا أدم يسكن في البداية لكننا نزلنا هنا مؤقتاً لكي نؤدّي اختبارا قصيرا ثم نرجع بسرعة ..
Tempat dimana org tua kita nabi Adam, tinggal pertama kali.
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara,
Untuk mengikuti sedikit ujian lalu segera kembali.
فحاول أن تعمل ما بوسعك
لتلحق بقافلة الصالحين
التي ستعود إلى وطننا الجميل الواسع
و لا تضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير
Maka berusahalah semampumu, untuk mengejar rombongan org2 salih, yang akan kembali ke tanah air kita yg indah dn sgt luas
Jgn sia2kan waktumu di planet kecil ini..!
الفراق: ليَس السفِر، ولا فراق الحب، حتىّ الموت ليس فراقاْ
سنجتمَع في الآخره
الفراق هو: أن يكون أحدنا في الجنه، والآخر في النار
جعلني ربي واياكمَ من سكان جنته..
Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yg jauh,
Atau karena ditinggal orang yg kita cintai,
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita pasti akan bertemu di akhirat.
Perpisahan itu adalah,
Jika salah satu diantara kita di surga dan yg lain di neraka.
Semoga Allah swt menjadikan kita semua sebagai penghuni surga!
والحياه ما هي إلا قصة قصيرة !!
( من تراب . تراب . إلى تراب )
( ثم حساب . فثواب . أو عقاب )
Hidup ini adalah cerita pendek!!
(dari tanah, di atas tanah, dan kembali ke tanah)
Lalu hisab (yg hanya menghasilkan dua kemungkinan); pahala atau siksa.
فعش حياتك لله - تكن أسعد خلق ﷲ
Maka, Hiduplah semata-mata utk Allah niscaya kau akan jadi makhluk-Nya yg paling bahagia.
Membicarakan Diri Sendiri Membuat Otak Merasa Nyaman
Ilmu pengetahuan telah menemukan apa yang membuat banyak orang suka
membicarakan dirinya sendiri. Ternyata hal itu menghasilkan sensasi rasa
nyaman di otak karena aktivasi senyawa kimia di daerah otak tertentu.
Para peneliti dari Universitas Harvard melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui seberapa banyak orang suka membicarakan diri sendiri dan mengapa. Peneliti memindai otak manusia yang sedang menceritakan informasi pribadi tentang dirinya sendiri atau menilai kepribadian orang lain.
Dalam eksperimen lain, peneliti menguji apakah orang lebih suka menjawab pertanyaan tentang dirinya sendiri, orang lain atau fakta yang bersifat netral. Peserta penelitian mendapat tingkat kompensasi yang berbeda, tergantung pada pertanyaan yang dipilih. Namun peneliti lain meneliti apakah orang ingin menceritakan jawabannya dengan orang lain atau merahasiakannya.
Penelitian yang dipimpin oleh Diana I. Tamir dan Jason P. Mitchell di departemen psikologi Universitas Harvard ini menemukan kesimpulan yang sama, yaitu manusia mendapatkan dorongan biokimia saat menceritakan dirinya sendiri.
Penelitian ini menemukan bahwa manusia rata-rata menghabiskan hampir 40% percakapannya untuk membicarakan dirinya sendiri. Alasannya, otak didorong oleh senyawa kimia untuk melakukannya.
Saat peserta berbicara mengenai dirinya sendiri atau orang lain selama menjalani scan fMRI, peneliti menemukan bahwa menceritakan informasi pribadi memicu aktivitas di daerah otak yang terlibat saat menanggapi penghargaan seperti seks dan makanan. Sedangkan membicarakan orang lain tidak memicu aktivitas yag serupa.
Dalam sebuah penelitian lain, peserta ditawari sejumlah kecil uang dari 1 - 4 sen untuk menjawab pertanyaan mengenai dirinya sendiri atau orang lain. Ternyata peserta bersedia melepaskan 17% uang yang dapat diterima hanya untuk menjawab pertanyaan tentang dirinya sendiri. Ketika imbalannya sama, orang lebih memilih membicarakan dirinya sebanyak dua pertiga dari waktu yang diberikan.
Para peneliti menemukan bahwa orang sangat suka membuka diri jika mengetahui orang lain mendengarkan. Ketika diberi pilihan untuk menceritakan informasi pribadi kepada orang lain atau merahasiakan informasi pribadinya, para peserta mau merelakan 25% potensi penghasilannya untuk menceritakan informasi pribadi.
"Efek ini diperkuat oleh pemahaman bahwa pendapat seseorang akan dikomunikasikan kepada orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa orang mencari peluang untuk mengungkapkan pikirannya kepada orang lain agar dihargai," kata peneliti seperti dilansir Time Healthland, Rabu (9/5/2012).
Penemuan yang diterbitkan Proceeding of the National Academy of Sciences ini agaknya dapat membantu menjelaskan apa yang mendasari perkembangan pesat jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.
Sebelumnya, kecenderungan manusia untuk menceritakan dirinya sendiri ini diduga disebabkan oleh keinginan untuk dekat dengan orang lain. Dengan cara mau membuka diri terhadap orang lain akan membuat orang lain percaya. Dan kepercayaan adalah dasar dari sebuah pertemanan.
Penelitian ini tampaknya menjadi yang pertama kalinya menunjukkan bahwa keinginan orang untuk menceritakan diri sendiri adalah karena rasanya menyenangkan dan didorong oleh pelepasan senyawa kimia di otak.
Sumber :Putro Agus Harnowo - detikHealth
Para peneliti dari Universitas Harvard melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui seberapa banyak orang suka membicarakan diri sendiri dan mengapa. Peneliti memindai otak manusia yang sedang menceritakan informasi pribadi tentang dirinya sendiri atau menilai kepribadian orang lain.
Dalam eksperimen lain, peneliti menguji apakah orang lebih suka menjawab pertanyaan tentang dirinya sendiri, orang lain atau fakta yang bersifat netral. Peserta penelitian mendapat tingkat kompensasi yang berbeda, tergantung pada pertanyaan yang dipilih. Namun peneliti lain meneliti apakah orang ingin menceritakan jawabannya dengan orang lain atau merahasiakannya.
Penelitian yang dipimpin oleh Diana I. Tamir dan Jason P. Mitchell di departemen psikologi Universitas Harvard ini menemukan kesimpulan yang sama, yaitu manusia mendapatkan dorongan biokimia saat menceritakan dirinya sendiri.
Penelitian ini menemukan bahwa manusia rata-rata menghabiskan hampir 40% percakapannya untuk membicarakan dirinya sendiri. Alasannya, otak didorong oleh senyawa kimia untuk melakukannya.
Saat peserta berbicara mengenai dirinya sendiri atau orang lain selama menjalani scan fMRI, peneliti menemukan bahwa menceritakan informasi pribadi memicu aktivitas di daerah otak yang terlibat saat menanggapi penghargaan seperti seks dan makanan. Sedangkan membicarakan orang lain tidak memicu aktivitas yag serupa.
Dalam sebuah penelitian lain, peserta ditawari sejumlah kecil uang dari 1 - 4 sen untuk menjawab pertanyaan mengenai dirinya sendiri atau orang lain. Ternyata peserta bersedia melepaskan 17% uang yang dapat diterima hanya untuk menjawab pertanyaan tentang dirinya sendiri. Ketika imbalannya sama, orang lebih memilih membicarakan dirinya sebanyak dua pertiga dari waktu yang diberikan.
Para peneliti menemukan bahwa orang sangat suka membuka diri jika mengetahui orang lain mendengarkan. Ketika diberi pilihan untuk menceritakan informasi pribadi kepada orang lain atau merahasiakan informasi pribadinya, para peserta mau merelakan 25% potensi penghasilannya untuk menceritakan informasi pribadi.
"Efek ini diperkuat oleh pemahaman bahwa pendapat seseorang akan dikomunikasikan kepada orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa orang mencari peluang untuk mengungkapkan pikirannya kepada orang lain agar dihargai," kata peneliti seperti dilansir Time Healthland, Rabu (9/5/2012).
Penemuan yang diterbitkan Proceeding of the National Academy of Sciences ini agaknya dapat membantu menjelaskan apa yang mendasari perkembangan pesat jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.
Sebelumnya, kecenderungan manusia untuk menceritakan dirinya sendiri ini diduga disebabkan oleh keinginan untuk dekat dengan orang lain. Dengan cara mau membuka diri terhadap orang lain akan membuat orang lain percaya. Dan kepercayaan adalah dasar dari sebuah pertemanan.
Penelitian ini tampaknya menjadi yang pertama kalinya menunjukkan bahwa keinginan orang untuk menceritakan diri sendiri adalah karena rasanya menyenangkan dan didorong oleh pelepasan senyawa kimia di otak.
Sumber :Putro Agus Harnowo - detikHealth
Hormon Dopamin di Otak Bisa Membuat Orang Jadi Gila Kerja
Beberapa orang memiliki kecenderungan untuk gila kerja dan beberapa
justru ogah-ogahan. Alasannya bisa disebabkan karena perbedaan motivasi
antar karyawan.
Sebuah penelitian menemukan bahwa kecenderungan orang untuk gila kerja juga bisa dipengaruhi oleh hormon.
Sebuah penelitian menggunakan pencitraan otak menemukan bahwa kemauan individu untuk bekerja keras sangat dipengaruhi oleh senyawa kimia di otaknya.
Selain menemukan cara baru mengenai cara kerja otak, penelitian ini juga memiliki implikasi penting untuk mengobati gangguan pemusatan perhatian, depresi, skizofrenia dan rendahnya motivasi.
Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa kadar dopamin yang berlebihan dapat menyebabkan skizofrenia, dan bila kekurangan dapat menyebabkan penyakit parkinson.
Penelitian ini dilakukan terhadap 25 orang sukarelawan sehat berusia 18 - 29 tahun. 52% di antaranya adalah wanita.
Untuk mengetahui motivasi kerjanya, peserta diminta melakukan tugas sederhana, yaitu menekan tombol. Pertama-tama, para peserta diminta memilih tugas antara yang mudah atau yang sulit.
Tugas yang mudah memperoleh upah 1 dolar AS, sedangkan upah yang didapat dari mengerjakan tugas-tugas sulit bisa mencapai 4 dolar AS. Setelah menentukan pilihannya, para peserta diberitahu kemungkinan besar upah yang akan diperoleh.
Tugas yang harus dilakukan berlangsung sekitar 30 detik dan peserta diminta melakukan tugasnya berulang kali selama sekitar 20 menit.
"Pada titik ini, kami tidak memiliki data yang dapat membuktikan bahwa melakukan tugas selama 20 menit ini berkaitan dengan prestasi individu. Tapi cara ini dapat mengukur kesediaan individu untuk berupaya agar mendapat upah," kata David Zald, profesor psikologi dari vanderbilt seperti dilansir Science Daily, Jumat (11/5/2012).
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience ini menggunakan teknik pemetaan otak yang disebut positron emission tomography (PETscan).
Para peneliti menemukan bahwa orang yang mau bekerja keras lebih banyak melepaskan hormon dopamin di area otak yang dikenal berperan penting dalam imbalan dan motivasi, yaitu area striatum dan ventromedial prefrontal cortex.
Di sisi lain, para pemalas yang kurang mau bekerja keras memiliki kadar dopamin tinggi di daerah otak lainnya yang berperan penting dalam memroses persepsi emosi dan risiko, yaitu insula anterior.
"Penelitian lain pada tikus menunjukkan bahwa dopamin sangat penting dalam memotivasi perilaku. Penelitian ini memberikan informasi baru mengenai cara kerja dopamin dalam menentukan perbedaan individu yang mempengaruhi perilaku pekerja keras dan gila kerja," kata Michael Treadway dari Vanderbilt yang ikut serta dalam penelitian.
Temuan ini menyimpulkan bahwa tingginya kadar dopamin di bagian otak yang disebut insula berkaitan dengan motivasi kerja yang rendah, bahkan setelah menyadari bahwa uang yang akan diperoleh lebih sedikit.
Sumber : Putro Agus Harnowo - detikHealth
Sebuah penelitian menemukan bahwa kecenderungan orang untuk gila kerja juga bisa dipengaruhi oleh hormon.
Sebuah penelitian menggunakan pencitraan otak menemukan bahwa kemauan individu untuk bekerja keras sangat dipengaruhi oleh senyawa kimia di otaknya.
Selain menemukan cara baru mengenai cara kerja otak, penelitian ini juga memiliki implikasi penting untuk mengobati gangguan pemusatan perhatian, depresi, skizofrenia dan rendahnya motivasi.
Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa kadar dopamin yang berlebihan dapat menyebabkan skizofrenia, dan bila kekurangan dapat menyebabkan penyakit parkinson.
Penelitian ini dilakukan terhadap 25 orang sukarelawan sehat berusia 18 - 29 tahun. 52% di antaranya adalah wanita.
Untuk mengetahui motivasi kerjanya, peserta diminta melakukan tugas sederhana, yaitu menekan tombol. Pertama-tama, para peserta diminta memilih tugas antara yang mudah atau yang sulit.
Tugas yang mudah memperoleh upah 1 dolar AS, sedangkan upah yang didapat dari mengerjakan tugas-tugas sulit bisa mencapai 4 dolar AS. Setelah menentukan pilihannya, para peserta diberitahu kemungkinan besar upah yang akan diperoleh.
Tugas yang harus dilakukan berlangsung sekitar 30 detik dan peserta diminta melakukan tugasnya berulang kali selama sekitar 20 menit.
"Pada titik ini, kami tidak memiliki data yang dapat membuktikan bahwa melakukan tugas selama 20 menit ini berkaitan dengan prestasi individu. Tapi cara ini dapat mengukur kesediaan individu untuk berupaya agar mendapat upah," kata David Zald, profesor psikologi dari vanderbilt seperti dilansir Science Daily, Jumat (11/5/2012).
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience ini menggunakan teknik pemetaan otak yang disebut positron emission tomography (PETscan).
Para peneliti menemukan bahwa orang yang mau bekerja keras lebih banyak melepaskan hormon dopamin di area otak yang dikenal berperan penting dalam imbalan dan motivasi, yaitu area striatum dan ventromedial prefrontal cortex.
Di sisi lain, para pemalas yang kurang mau bekerja keras memiliki kadar dopamin tinggi di daerah otak lainnya yang berperan penting dalam memroses persepsi emosi dan risiko, yaitu insula anterior.
"Penelitian lain pada tikus menunjukkan bahwa dopamin sangat penting dalam memotivasi perilaku. Penelitian ini memberikan informasi baru mengenai cara kerja dopamin dalam menentukan perbedaan individu yang mempengaruhi perilaku pekerja keras dan gila kerja," kata Michael Treadway dari Vanderbilt yang ikut serta dalam penelitian.
Temuan ini menyimpulkan bahwa tingginya kadar dopamin di bagian otak yang disebut insula berkaitan dengan motivasi kerja yang rendah, bahkan setelah menyadari bahwa uang yang akan diperoleh lebih sedikit.
Sumber : Putro Agus Harnowo - detikHealth
10 TIPS SUKSES KEMAJUAN KARIR
Tips karir ini ditulis oleh Mary Ray; seorang penulis online untuk
website forbes.com yang telah menulis banyak artikel motivasi diri,
kerja dan bisnis yang telah dimuat di beberapa website luar negeri. Berikut 10 tips sukses yang bisa anda implementasikan dalam kemajuan karir anda:
- Ungkapkan rasa terima kasih. Jika seseorang berbuat baik atau membantu Anda, luangkan waktu untuk menyampaikan rasa terima kasih Anda baik melalui surat, email, pesan singkat atau ucapan langsung dan tentunya disertai senyuman.
- Hidup terus berjalan. Saat Anda sedang beruntung atau mengalami kesulitan di pekerjaan, ingat bahwa hidup terus berjalan. Jadi, selain selalu bersyukur di saat semuanya baik, Anda juga harus bersyukur ketika menghadapi saat-saat sulit.
- Jangan meminta orang lain membuat keputusan untuk Anda. Anda yang paling tahu apa yang paling Anda butuhkan. Ambillah waktu untuk melakukan riset, belajar dan membuat beberapa pilihan. Kemudian, baru tentukan keputusan yang terbaik untuk Anda.
- Pertahankan reputasi profesional Anda. Hindari masalah dengan rekan kerja. Luangkan waktu untuk menjalin kembali hubungan dengan rekan lama. Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan berhubungan lagi dengan mereka.
- Tiga hal positif setiap hari. Setiap malam, pikirkan tiga hal positif yang Anda raih hari ini, sekecil apa pun itu. Ini adalah cara lain untuk menunjukkan rasa syukur sekaligus melakukan introspeksi. Rasa syukur telah terbukti mampu meningkatkan kesuksesan seseorang.
- Tunjukkan rasa percaya diri Anda. Anda hanya memiliki satu tubuh. Jadi, Anda harus merasa nyaman dengan diri Anda sendiri. Rasa percaya diri Anda akan membangkitkan kepercayaan orang-orang di sekitar terhadap diri Anda.
- Lingkungan Sekitar. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mendorong dan mendukung Anda menjadi lebih baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Orang yang berpikiran dan bersikap negatif bisa mengalihkan perhatian Anda dari hal-hal baik dan hanya menguras energi Anda.
- Sayangi diri sendiri. Bukan berarti Anda harus membeli berbagai barang mahal. Lakukan saja dengan hal-hal kecil. Misalnya dengan merapikan tempat tidur di pagi hari. Jadi ketika Anda pulang kerja dan merasa sangat lelah, Anda akan bisa langsung beristirahat dengan nyaman. Sebaiknya Anda juga rutin berolahraga agar tubuh Anda senantiasa dalam kondisi fit.
- Memahami wawancara kerja. Wawancara kerja sejatinya adalah proses dua arah. Perusahaan berusaha memahami Anda sebagai calon pegawai. Sebaliknya, Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk lebih memahami perusahaan tersebut. Bagaimanapun, kalau Anda berencana menghabiskan waktu Anda sekurangnya 40 jam per minggu, sebaiknya Anda benar-benar memahami bagaimana perusahaan bisa membantu Anda dalam mengembangkan karier.
- Positif mengenai kesalahan. Setiap kesalahan yang Anda buat selayaknya menjadi pengalaman belajar berharga dalam hidup Anda. Jangan takut berbuat salah, tetapi pastikan Anda tidak membuat kesalahan yang sama dua kali.
14 CARA TINGKATKAN PENGHASILAN
Simak artikel berikut ini yang berisi tips mengenai cara
meningkatkan penghasilan Anda sekaligus mengembangkan kemampuan dan
memperluas jaringan. Tips ini ditulis oleh Alexandra Levit dan Alison
Green, dua orang penulis yang aktif menulis buku dan artikel mengenai
dunia kerja dan bisnis.
1. Bersikap Proaktif
Daripada bertanya pada atasan Anda mengenai apa yang harus dikerjakan, bawalah ide-ide cemerlang Anda yang akan membuat atasan Anda kagum.
2. Minta Kenaikan Gaji
Jika Anda ingin meminta kenaikan gaji, ayo bercermin dulu. Apakah Anda pantas mendapatkannya? Siapkan dan sampaikan data yang akurat mengenai kinerja Anda di perusahaan kepada atasan Anda.
3. Pindah Pekerjaan
Tidak mendapatkan kesempatan kenaikan gaji di perusahaan Anda saat ini? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mempertimbangan untuk mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan sekaligus menyenangkan.
4. Sesuaikan CV Anda
Pasarkan diri Anda sesuai dengan pekerjaan yang Anda daftar. Pastikan anda menekankan keahlian yang sesuai dengan yang kebutuhan pekerjaan
5. Jangan Sungkan
Ketika Anda menerima tawaran pekerjaan, jangan merasa sungkan untuk negosiasi gaji. Lakukan penelitian untuk mendapatkan standar gaji yang sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan.
6. Bekerja ekstra
Kerja ekstra terkadang bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan lebih. Namun pastikan Anda bisa menyelesaikan pekerjaan utama Anda, sebelum mengambil pekerjaan tambahan.
7. Tips Dari Rekan
Coba tanyakan pada rekan kerja anda, apakah mereka pernah meminta kenaikan gaji sebelumnya? Jika ya, tanyakan tips bagaimana mereka melakukannya.
8. Tumbuh Secara Profesional
Tingkatkan kemampuan Anda dengan melibatkan diri dalam proyek di luar keahlian Anda. Jika Anda tertarik pada suatu topik tertentu, minta izin pada atasan Anda untuk mengikuti seminar atau training yang sesuai
9. Performance Review
Persiapkan diri menghadapi performance review. Evaluasi hasil kerja Anda dan ingatkan atasan Anda mengenai prestasi dan kontribusi Anda. Jangan lupa sampaikan target yang ingin Anda capai di tahun berikutnya
10. Raih Promosi
Sampaikan secara detil ke atasan Anda mengenai hasil pencapaian Anda dan bagaimana kontribusi Anda terhadap hasil yang diraih perusahaan. Ini tentu akan membantu Anda meraih promosi yang Anda inginkan.
11. Sumbangkan Waktu
Partisipasi dalam kegiatan sukarela juga bisa membantu Anda meraih pengalaman baru di luar bidang kerja Anda, misalnya dalam kegiatan penjualan atau pengumpulan sumbangan
12. Bisnis Sampingan
Anda dapat mempertimbangkan untuk memulai bisnis sampingan diluar pekerjaan utama Anda. Coba untuk menggunakan hobi Anda menjadi sesuatu yang menghasilkan, tetapi pastikan Anda bisa me-manage waktu dengan baik.
13. Jejaring Sosial
Gunakan jejaring sosial seperti Facebook dan LinkedIn untuk menjalin hubungan dengan kolega dan rekan Anda. Anda bisa mengikuti dan terlibat dalam diskusi dengan orang-orang yang ahli di bidangnya.
14. Sosialisasi
Perluas jaringan Anda dengan ikut berpartisipasi dalam organisasi profesional yang sesuai dengan bidang Anda.
1. Bersikap Proaktif
Daripada bertanya pada atasan Anda mengenai apa yang harus dikerjakan, bawalah ide-ide cemerlang Anda yang akan membuat atasan Anda kagum.
2. Minta Kenaikan Gaji
Jika Anda ingin meminta kenaikan gaji, ayo bercermin dulu. Apakah Anda pantas mendapatkannya? Siapkan dan sampaikan data yang akurat mengenai kinerja Anda di perusahaan kepada atasan Anda.
3. Pindah Pekerjaan
Tidak mendapatkan kesempatan kenaikan gaji di perusahaan Anda saat ini? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mempertimbangan untuk mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan sekaligus menyenangkan.
4. Sesuaikan CV Anda
Pasarkan diri Anda sesuai dengan pekerjaan yang Anda daftar. Pastikan anda menekankan keahlian yang sesuai dengan yang kebutuhan pekerjaan
5. Jangan Sungkan
Ketika Anda menerima tawaran pekerjaan, jangan merasa sungkan untuk negosiasi gaji. Lakukan penelitian untuk mendapatkan standar gaji yang sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan.
6. Bekerja ekstra
Kerja ekstra terkadang bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan lebih. Namun pastikan Anda bisa menyelesaikan pekerjaan utama Anda, sebelum mengambil pekerjaan tambahan.
7. Tips Dari Rekan
Coba tanyakan pada rekan kerja anda, apakah mereka pernah meminta kenaikan gaji sebelumnya? Jika ya, tanyakan tips bagaimana mereka melakukannya.
8. Tumbuh Secara Profesional
Tingkatkan kemampuan Anda dengan melibatkan diri dalam proyek di luar keahlian Anda. Jika Anda tertarik pada suatu topik tertentu, minta izin pada atasan Anda untuk mengikuti seminar atau training yang sesuai
9. Performance Review
Persiapkan diri menghadapi performance review. Evaluasi hasil kerja Anda dan ingatkan atasan Anda mengenai prestasi dan kontribusi Anda. Jangan lupa sampaikan target yang ingin Anda capai di tahun berikutnya
10. Raih Promosi
Sampaikan secara detil ke atasan Anda mengenai hasil pencapaian Anda dan bagaimana kontribusi Anda terhadap hasil yang diraih perusahaan. Ini tentu akan membantu Anda meraih promosi yang Anda inginkan.
11. Sumbangkan Waktu
Partisipasi dalam kegiatan sukarela juga bisa membantu Anda meraih pengalaman baru di luar bidang kerja Anda, misalnya dalam kegiatan penjualan atau pengumpulan sumbangan
12. Bisnis Sampingan
Anda dapat mempertimbangkan untuk memulai bisnis sampingan diluar pekerjaan utama Anda. Coba untuk menggunakan hobi Anda menjadi sesuatu yang menghasilkan, tetapi pastikan Anda bisa me-manage waktu dengan baik.
13. Jejaring Sosial
Gunakan jejaring sosial seperti Facebook dan LinkedIn untuk menjalin hubungan dengan kolega dan rekan Anda. Anda bisa mengikuti dan terlibat dalam diskusi dengan orang-orang yang ahli di bidangnya.
14. Sosialisasi
Perluas jaringan Anda dengan ikut berpartisipasi dalam organisasi profesional yang sesuai dengan bidang Anda.
Sumber:
Good Housekeeping
EFEK PENUNDAAN
Seorang Bapak berbincang dengan penjaga keamanan...
Penanya : “Kerja disini digaji pak?
Penanya : “Kerja disini digaji pak?
Satpam : “Iya dong pak.
Penanya : “Alhamdulillah ya, masih bisa kerja dan digaji. Sementara ada orang lain yang nggak punya pekerjaan apalagi digaji
Satpam : “Iya sih, pak. Tapi, Saya bosan Pak, sudah 7 tahun begini terus … jadi satpam aja. Gaji pun naik ala kadarnya.
Penanya : “Ooo begitu ya Pak. Ohya, sudah sholat Pak?
Satpam : “Belum. Nanti aja, tanggung. Jam 5-an aja deh.
Penanya : “Wah, sekarang jam 3-an, waktunya Ashar. Kalau Bapak sholat jam 5 berarti menunda sholat 2 jam. Kalau satu hari ada 5 waktu sholat, rata-rata Bapak menunda 5 x 2 jam = 10 jam. Artinya Satu minggu Bapak menunda 7 x 10 jam = 70 jam. Satu bulan 4 x 70 jam = 280 jam. Satu tahun Bapak menunda 12 x 280 jam = 3360 jam. Dan akhirnya selama 7 tahun Bapak telah menunda sholat selama 7 x 3360 jam = 23.520 jam atau sama dengan 3 tahun. Nah, jadi dari 7 tahun yang Bapak merasa bosan itu, Bapak telah kehilangan 3 tahun menunda sholat.
Satpam : “Wah, iya-ya Pak. Banyak banget ya.
Penanya : “Iya Pak. Wajar kalau rezeki Bapak tertunda juga.
Satpam: (Merenung)
Penanya : “Sholat tepat waktu yuk Pak. Kalau sudah bisa, sholatlah berjama’ah, kalau sudah bisa, tambahkan dengan yang sunah, kalau sudah bisa, lengkapi dengan sholat Dhuha dan Tahajud. Lalu sempurnakan dengan sedekah.
”Satpam : “Iya Pak, astaghfirullah. Jadi selama ini saya sendiri yang menjadi penyebab tertundanya rezeki Allah turun.”
Crita ini tuk mngingatkan saya juga... Mari belajar...
Penanya : “Alhamdulillah ya, masih bisa kerja dan digaji. Sementara ada orang lain yang nggak punya pekerjaan apalagi digaji
Satpam : “Iya sih, pak. Tapi, Saya bosan Pak, sudah 7 tahun begini terus … jadi satpam aja. Gaji pun naik ala kadarnya.
Penanya : “Ooo begitu ya Pak. Ohya, sudah sholat Pak?
Satpam : “Belum. Nanti aja, tanggung. Jam 5-an aja deh.
Penanya : “Wah, sekarang jam 3-an, waktunya Ashar. Kalau Bapak sholat jam 5 berarti menunda sholat 2 jam. Kalau satu hari ada 5 waktu sholat, rata-rata Bapak menunda 5 x 2 jam = 10 jam. Artinya Satu minggu Bapak menunda 7 x 10 jam = 70 jam. Satu bulan 4 x 70 jam = 280 jam. Satu tahun Bapak menunda 12 x 280 jam = 3360 jam. Dan akhirnya selama 7 tahun Bapak telah menunda sholat selama 7 x 3360 jam = 23.520 jam atau sama dengan 3 tahun. Nah, jadi dari 7 tahun yang Bapak merasa bosan itu, Bapak telah kehilangan 3 tahun menunda sholat.
Satpam : “Wah, iya-ya Pak. Banyak banget ya.
Penanya : “Iya Pak. Wajar kalau rezeki Bapak tertunda juga.
Satpam: (Merenung)
Penanya : “Sholat tepat waktu yuk Pak. Kalau sudah bisa, sholatlah berjama’ah, kalau sudah bisa, tambahkan dengan yang sunah, kalau sudah bisa, lengkapi dengan sholat Dhuha dan Tahajud. Lalu sempurnakan dengan sedekah.
”Satpam : “Iya Pak, astaghfirullah. Jadi selama ini saya sendiri yang menjadi penyebab tertundanya rezeki Allah turun.”
Crita ini tuk mngingatkan saya juga... Mari belajar...
DIALOG SEORANG PROFESOR ATHEIS DI SEBUAH KELAS
Profesor: "Apakah Tuhan menciptakan segala yg ada?"
Para mahasiswa: "Betul, Dia pencipta segalanya."
Profesor: "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan juga menciptakan kejahatan."
(Semua terdiam, kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).
Tiba², suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.
Mahasiswa: "Prof, saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"
Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada."
Mahasiswa: "maaf Prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yg kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas. Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam, tidak bisa bereaksi pd suhu tsb. Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas. Selanjutnya, apakah gelap itu ada?"
Profesor: "Tentu saja ada!"
Mahasiswa "Anda salah, Prof! Gelap juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tiada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, sedangkan gelap tidak bisa. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna. Tapi, Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu. Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan keadaan ketiadaan cahaya. Jadi, apakah kejahatan itu ada?"
Profesor mulai bimbang, tp menjawab: "Tentu saja ada."
Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah, Prof! Kejahatan itu tidak ada. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Seperti dingin dan gelap, "kejahatan" adalah kata yg dipakai manusia utk menggambarkan ketiadaan "kebaikan" dalam dirinya. Kejahatan adalah hasil dari tidak dihiraukannya kehadiran Tuhan dlm hati manusia."
Profesor terpaku dan terdiam!
※ Dosa terjadi karena manusia lalai akan hadirnya Tuhan dalam hatinya.
Menjaga kesadaran akan hadirnya Tuhan dalam hati pada setiap saat, maka akan selamat.
Itulah IMAN.
Para mahasiswa: "Betul, Dia pencipta segalanya."
Profesor: "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan juga menciptakan kejahatan."
(Semua terdiam, kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).
Tiba², suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.
Mahasiswa: "Prof, saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"
Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada."
Mahasiswa: "maaf Prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yg kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas. Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam, tidak bisa bereaksi pd suhu tsb. Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas. Selanjutnya, apakah gelap itu ada?"
Profesor: "Tentu saja ada!"
Mahasiswa "Anda salah, Prof! Gelap juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tiada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, sedangkan gelap tidak bisa. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna. Tapi, Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu. Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan keadaan ketiadaan cahaya. Jadi, apakah kejahatan itu ada?"
Profesor mulai bimbang, tp menjawab: "Tentu saja ada."
Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah, Prof! Kejahatan itu tidak ada. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Seperti dingin dan gelap, "kejahatan" adalah kata yg dipakai manusia utk menggambarkan ketiadaan "kebaikan" dalam dirinya. Kejahatan adalah hasil dari tidak dihiraukannya kehadiran Tuhan dlm hati manusia."
Profesor terpaku dan terdiam!
※ Dosa terjadi karena manusia lalai akan hadirnya Tuhan dalam hatinya.
Menjaga kesadaran akan hadirnya Tuhan dalam hati pada setiap saat, maka akan selamat.
Itulah IMAN.
6 IKHTIAR MENJEMPUT REZEKI menurut RASULULLAH SAW
Pertama, berbakti pada kedua orangtua.
“Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya niscaya terputuslah rezeki (Allah) daripadanya.”(HR al-Hakim dan ad-Dailami)
Kedua, menyambung silaturahim.
“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya maka hendaklah dia menghubungi sanak-saudaranya.” (HR Bukhari)
Ketiga, tawakkal kepada Allah.
“Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (HR Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab Ra)
Keempat, menyayangi anak yatim.
“Adakah kamu suka hatimu menjadi lembut, dan kamu memperolehi hajat keperluanmu? Kasihanilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikanlah dia daripada makananmu, niscaya lembutlah hatimu dan kamu akan memperolehi hajatmu.”(HR Tabrani)
Kelima, bertobat dengan sebenar-benarnya.
“Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah, sebelum kamu mati. Bersegeralah melakukan amalan-amalan salih sebelum kamu kesibukan dan hubungilah antara kamu dengan Tuhan kamu dengan membanyakkan sebutan (zikir) kamu kepada-Nya dan banyak bersedekah dalam bersembunyi dan terang-terangan, nanti kamu akan diberi rezeki, ditolong dan diberi kesenangan.” (HR Ibnu Majah)
Keenam, perbanyak istighfar.
“Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah Swt akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka.” (HR Ahmad, Abu Daud, an-Nasai, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abdullah bin Abbas RA)
referensi : bersamadakwah
Lebih Baik Mana : Jadi Pengemis atau Manajer ?
Manager : Pak, cape ya abis ngemis? Laper ya pak..?
Pengemis : Biasa aja tuh, hari ini saya udh makan 3x koq. :)
Manager : Loh..? uangnya cuman buat makan bapak doank? Anak dan istri di rumah makan apa? 8-|
Pengemis : Kayak org susah aja..! Tadi pagi saya sekeluarga abis
ngerayain ultah anak saya yg kelima di Mc. Donald bareng guru-guru &
teman-teman sekolahnya. Siang ini istri dan anak saya barusan bbm saya, mereka lagi
makan di Pizza HUT tau! /:)
Manager sampai kebingungan dan berkata : memangnya bapak ngemis 1 hari dapet berapa..? :/
Pengemis : Nih ya.. Saya kasi tau..ya...!!
Saya ngemis dari jam 07.00-17.00.
Lampu merah atau hijau waktunya 60 detik.
Setiap 60 detik paling nggak saya bisa dapet Rp. 2.000,- /:)
1 jam = 60 kali lampu merah 60 x RP. 2.000,- = Rp. 120.000 /jam
1 hari saya kerja 10 jam, 1 jam buat istirahat jadi 9 jam.
9 jam kerja x Rp. 120.000,- = Rp. 1.080.000/hari.
1 bulan saya kerja 26 hari.
26 hari x 1.080.000 = Rp. 28.080.000,- /bulan. :D
Manager sampai kaget dan bengong mendengar cerita pengemis itu..:O
Pengemis berkata : Emang mas jadi manager, gaji per bulannya brp..? 3-|
Manager : 6.000.000 :(
Pengemis : Ijasahnya lulusan apa...?
Manager : S-2:'(
Pengemis : Saya jd prihatin dech lihat penderitaan mas!!! Pasti duit
nya banyak keluar buat kuliah ya??? blom lg jd pekerja kena marah ama
boss. Kepala mas isinya pasti penuh soal kerjaan mulu. Mending mas
ngemis aja. Biar KAYA sperti saya. Saya ngemis udh 20 tahun..., udah
punya 2 mobil BMW buat saya & istri saya + kartu kredit platinum +
dgn Apartemen sederhana di Kemang, rmh gubuk di Kota Wisata, anak saya
belajar di international school dan anak perempuan saya yg paling tua
sekarang lagi liburan bareng temen2nya yg sipit2 ke singapur,, minimal
setahun 1X kami keliling dunia ..:x :D
Manager:
ƪ(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)ʃ ☀ ※huaa..♡̷̬̩̃̊huuaaa.... (╥﹏╥)........
Lebih Baik Mana : Jadi Pengemis atau Manajer ?
9 CARA CEPAT GAGAL
Lamban Beradaptasi dengan Perubahan
Apa yang berubah ? informasi dan teknologi. Begitu cepat perubahan informasi yang lalu lalang disekitar kita, lihatlah betapa banyak surat kabar yang terbit setiap hari, persatuan waktu informasi senantiasa berganti. Maka sangat pasti kegagalan kita adalah disaat kita tidak memahami informasi yang berkembang saat ini. Mereka yang sukses umumnya adalah mereka yang mampu memadukan berbagai informasi dan menjadikannya data untuk perencanaan aksi di masa datang. Demikian pula teknologi, era abad 21 telah banyak Negara mencanangkan untuk mengembangkan IT (Information Technology) sebagai upaya memperpendek waktu dan jarak dengan berbagai klien di berbagai kawasan dunia. E- commerce dan e- learning menjadi salah satu contoh produk yang mulai diminati berbagai kalangan saat ini. Dengan technologi waktu dan jarak menjadi pendek namun memberikan keuntungan yang maximum. Contoh mudah terkait dengan perkembangan teknologi adalah munculnya berbagai produk digital yang mulai dipasarkan dengan kemampuan bervariasi dan harga kompetitif. Sebuah lokasi perdagangan berbagai produk teknologi yang kita kenal diantaranya Mangga Dua atau Glodok memberikan pelajaran berarti tentang perkembangan berbagai produk digital ini. Kita bisa lihat di setiap bulan senantiasa ada saja produk baru yang dipasarkan dengan berbagai kualitas dan kemampuan. Tidak hanya informasi dan teknologi, melainkan keterampilan dan masalah. Masalah berkembang cepat, tanpa diimbangi dengan penemuan solusi, sehingga masalah lama bertahan dan muncul masalah baru.
Kalah Bersaing
Era globalisasi merupakan era pembukaaan jalur-jalur lalulintas produk dan tenaga untuk menerima dan mengirim apa yang dimiliki Negaranya ke berbagai Negara di seluruh belahan dunia. Dengan kata yang sederhana, dapat saja Negara Jepang mengirim tenaga ahlinya untuk meneliti, mengeksplorasi dan memanfaatkan sumberdaya Negara Indonesia untuk kepentingan Negara tersebut atau keduabelah pihak. Hal ini adalah lumrah mengingat ada keuntungan yang diperoleh dari aktifitas tersebut. Namun yang perlu kita cermati adalah era globalisasi merupakan era persaingan yang begitu ketat antar berbagai Negara, tidak hanya persaingan terjadi antara dua Negara melainkan banyak Negara. Hendaknya menjadi acuan bagi siapa saja agar dapat suvive di zaman seperti ini, segera mengupgrade diri pada sisi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, sebab jika tidak maka muncullah mental pesuruh dinegaranya sendiri, dan hanya bisa melihat negaranya habis digrogoti oleh orang-orag cerdas kiriman Negara lain. Kita akan gagal jika tidak mampu bersaing dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun.
Tidak Kreatif
Kreatifitas merupakan kemampuan seseorang dalam memecahkan berbagai masalah, menemukan ide baru. Kreatifitas merupakan sebuah tindakan mengoptimalkan fungsi otak. Namun kreatif bukan saja dalam bentuk ide dan gagasan melainkan hasil karya dan manfaat yang berbeda dari sebelumnya. Kreatifitas pada dasarnya merupakan karunia dari Allah SWT kepada setiap manusia, yakni kemampuan mencipta (daya cipta) dan berkreasi. Namun ternyata tidak semua orang mengoptimalkannya. Kejenuhan, kebosanan adalah kewajaran bagi seseorang. Hal inilah yang menuntut kita untuk kreatif menemukan model baru bagi produk kita, rendahnya kemampuan kreatifitas kita berdampak rendahnya keuntungan kita atau bahkan hilangnya pelanggan kita.
Tidak Cepat Meraih Peluang
Hikmah mengatakan, kesempatan dating hanya sekali, dan tak kan pernah kembali untuk yang kedua kalinya. Kecepatan seseorang mengambil peluang tak lepas dari kemampuannya mengoptimalkan seluruh potensi yang allah berikan untuk kehidupan. Sejauhmana seseorang membuka kedua telinga, mata dan hatinya, ditambah dengan kemampuannya untuk ‘take action’ saat melihat sebuah kebaikan atau keuntungan baginya. Terkadang keraguan menjadi penghalang besar bagi seseorang untuk bertindak, atau lepasnya peluang kesempatan dikarenakan terlalu lama berfikir sehingga lambat mengambil keputusan karena dukungan informasi yang rendah.
No Action
Tindakan adalah buah dari keyakinan dan pemahaman. Banyak diantara kita pandai memberikan ide dan gagasan tetapi berhenti pada tataran imajenasi, sedangkan masyarakat akan mengetahui sejauhmana manfaat yang ditimbulkan apabila ide dan gagasan berubah menjadi karya. Untuk merubah ide menjadi karya tidak lain dengan bertindak, berbuat, beraksi. Banyak orang mau kesuksesan, keuntungan , kebahagiaan dan keberhasilan, tetapi mereka hanya mengkhayalkan semua itu. Takkan berhasil seseorang meraih apa yangdiinginkan jika tak ada tindakan, atau tindakan yang dilakukan tak ada perubahan, melakukan hal yang sama tetapi menginginkan hasil berbeda….impossible !
Malas
Sebuah kata yang terdiri dari lima huruf. Yang senantiasa menghinggapi diri kita jika kita lemah semangat, rendah informasi dan tak memiliki sahabat yang memiliki energy positif. Malas juga dikarenakan tek memiliki orientasi tujuan yang jelas dalam setiap amal perbuatan. Sangat mungkin seseorang malas karena rendahnya keyakinan dan pemahaman seseorang akan dampak yang terjadi dikemudian hari. Kemalasan juga didukung oleh rendahnya kemauan.
Tidak mampu membangun tim positif
Kita telah memahami bahwa semangat terkadang naik, suatu saat mengalami penurunan. Bersifat fluktuatif, tidak stabil sangat bertergantung pada lingkungan seseorang dimana dia berada. Hikmah mengatakan, seseorang itu tergantung dari dengan siapa ia berteman, maka jika ia berteman dengan penjual minyak wangi, ia ikut bau wangi, dan jika seseorang berteman dengan perokok maka penyakitnya lebih parah dari sang perokok. Ketidakmampuan seseorang membangun pertemanan, persahabatan atau tim kerja dengan orang – orang bernilai positif (dalam arti memiliki visi, pemahaman dan keyakinan yang sama) maka sangat mungkin kita mudah terpengaruh melakukan hal positif pula.
Penyakitan
Penyakitan, hal ini terkait dengan rendahnya kualitas fisik seseorang. Fisik kita bergantung dengan sejauhmana suplai makanan yang masuk kedalam tubuh kita dan perawatan tubuh kita serta frekuensi latihan bagi tubuh kita. Fisik kita juga bergantung sejauhmana kemampuan mengatasi penyakit yang masuk kedalam diri kita. Seseorang hendaknya memiliki fisik yang berkriteria sehat (jarang sakit), bugar (seluruh organnya berfungsi dengan baik), kuat (mampu memikul beban), dan lincah (mampu bergerak cepat). Penyakitan membuat seseorang sulit bergerak, lamban. Akhirnya sedikit yang ia dapatkan.
Negative Thinking
Kecerdasan seseorang takkan membuahkan hasil terhadap peluang dan kesempatan yang ada jika pikiran dan hatinya dipenuhi dengan buruk sangka (negative thinking). Hal ini pula yang menyebabkan seseorang ragu bertindak dan berbuat. Mereka yang negative thinking cenderung mengatakan… takut kalau…. Masa sih… ah nanti jadi…. Banyak diantara kita menyurutkan langkah dan berdiam diri dikarenakan pikiran kita yang dipenuhi keragu-raguan akan peluang yang ada didepan kita. Banyak kasus telah membuktikan seseorang tidak meraih apa yang diinginkan karena keraguan yang dimilikinya. Semakin tinggi negative thinking seseorang berbanding lurus dengan keraguan dan rendahnya tindakan yang berdampak pada ketidakberhasilan.
Ditulis oleh Buyung Ristyono
Apa yang berubah ? informasi dan teknologi. Begitu cepat perubahan informasi yang lalu lalang disekitar kita, lihatlah betapa banyak surat kabar yang terbit setiap hari, persatuan waktu informasi senantiasa berganti. Maka sangat pasti kegagalan kita adalah disaat kita tidak memahami informasi yang berkembang saat ini. Mereka yang sukses umumnya adalah mereka yang mampu memadukan berbagai informasi dan menjadikannya data untuk perencanaan aksi di masa datang. Demikian pula teknologi, era abad 21 telah banyak Negara mencanangkan untuk mengembangkan IT (Information Technology) sebagai upaya memperpendek waktu dan jarak dengan berbagai klien di berbagai kawasan dunia. E- commerce dan e- learning menjadi salah satu contoh produk yang mulai diminati berbagai kalangan saat ini. Dengan technologi waktu dan jarak menjadi pendek namun memberikan keuntungan yang maximum. Contoh mudah terkait dengan perkembangan teknologi adalah munculnya berbagai produk digital yang mulai dipasarkan dengan kemampuan bervariasi dan harga kompetitif. Sebuah lokasi perdagangan berbagai produk teknologi yang kita kenal diantaranya Mangga Dua atau Glodok memberikan pelajaran berarti tentang perkembangan berbagai produk digital ini. Kita bisa lihat di setiap bulan senantiasa ada saja produk baru yang dipasarkan dengan berbagai kualitas dan kemampuan. Tidak hanya informasi dan teknologi, melainkan keterampilan dan masalah. Masalah berkembang cepat, tanpa diimbangi dengan penemuan solusi, sehingga masalah lama bertahan dan muncul masalah baru.
Kalah Bersaing
Era globalisasi merupakan era pembukaaan jalur-jalur lalulintas produk dan tenaga untuk menerima dan mengirim apa yang dimiliki Negaranya ke berbagai Negara di seluruh belahan dunia. Dengan kata yang sederhana, dapat saja Negara Jepang mengirim tenaga ahlinya untuk meneliti, mengeksplorasi dan memanfaatkan sumberdaya Negara Indonesia untuk kepentingan Negara tersebut atau keduabelah pihak. Hal ini adalah lumrah mengingat ada keuntungan yang diperoleh dari aktifitas tersebut. Namun yang perlu kita cermati adalah era globalisasi merupakan era persaingan yang begitu ketat antar berbagai Negara, tidak hanya persaingan terjadi antara dua Negara melainkan banyak Negara. Hendaknya menjadi acuan bagi siapa saja agar dapat suvive di zaman seperti ini, segera mengupgrade diri pada sisi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, sebab jika tidak maka muncullah mental pesuruh dinegaranya sendiri, dan hanya bisa melihat negaranya habis digrogoti oleh orang-orag cerdas kiriman Negara lain. Kita akan gagal jika tidak mampu bersaing dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun.
Tidak Kreatif
Kreatifitas merupakan kemampuan seseorang dalam memecahkan berbagai masalah, menemukan ide baru. Kreatifitas merupakan sebuah tindakan mengoptimalkan fungsi otak. Namun kreatif bukan saja dalam bentuk ide dan gagasan melainkan hasil karya dan manfaat yang berbeda dari sebelumnya. Kreatifitas pada dasarnya merupakan karunia dari Allah SWT kepada setiap manusia, yakni kemampuan mencipta (daya cipta) dan berkreasi. Namun ternyata tidak semua orang mengoptimalkannya. Kejenuhan, kebosanan adalah kewajaran bagi seseorang. Hal inilah yang menuntut kita untuk kreatif menemukan model baru bagi produk kita, rendahnya kemampuan kreatifitas kita berdampak rendahnya keuntungan kita atau bahkan hilangnya pelanggan kita.
Tidak Cepat Meraih Peluang
Hikmah mengatakan, kesempatan dating hanya sekali, dan tak kan pernah kembali untuk yang kedua kalinya. Kecepatan seseorang mengambil peluang tak lepas dari kemampuannya mengoptimalkan seluruh potensi yang allah berikan untuk kehidupan. Sejauhmana seseorang membuka kedua telinga, mata dan hatinya, ditambah dengan kemampuannya untuk ‘take action’ saat melihat sebuah kebaikan atau keuntungan baginya. Terkadang keraguan menjadi penghalang besar bagi seseorang untuk bertindak, atau lepasnya peluang kesempatan dikarenakan terlalu lama berfikir sehingga lambat mengambil keputusan karena dukungan informasi yang rendah.
No Action
Tindakan adalah buah dari keyakinan dan pemahaman. Banyak diantara kita pandai memberikan ide dan gagasan tetapi berhenti pada tataran imajenasi, sedangkan masyarakat akan mengetahui sejauhmana manfaat yang ditimbulkan apabila ide dan gagasan berubah menjadi karya. Untuk merubah ide menjadi karya tidak lain dengan bertindak, berbuat, beraksi. Banyak orang mau kesuksesan, keuntungan , kebahagiaan dan keberhasilan, tetapi mereka hanya mengkhayalkan semua itu. Takkan berhasil seseorang meraih apa yangdiinginkan jika tak ada tindakan, atau tindakan yang dilakukan tak ada perubahan, melakukan hal yang sama tetapi menginginkan hasil berbeda….impossible !
Malas
Sebuah kata yang terdiri dari lima huruf. Yang senantiasa menghinggapi diri kita jika kita lemah semangat, rendah informasi dan tak memiliki sahabat yang memiliki energy positif. Malas juga dikarenakan tek memiliki orientasi tujuan yang jelas dalam setiap amal perbuatan. Sangat mungkin seseorang malas karena rendahnya keyakinan dan pemahaman seseorang akan dampak yang terjadi dikemudian hari. Kemalasan juga didukung oleh rendahnya kemauan.
Tidak mampu membangun tim positif
Kita telah memahami bahwa semangat terkadang naik, suatu saat mengalami penurunan. Bersifat fluktuatif, tidak stabil sangat bertergantung pada lingkungan seseorang dimana dia berada. Hikmah mengatakan, seseorang itu tergantung dari dengan siapa ia berteman, maka jika ia berteman dengan penjual minyak wangi, ia ikut bau wangi, dan jika seseorang berteman dengan perokok maka penyakitnya lebih parah dari sang perokok. Ketidakmampuan seseorang membangun pertemanan, persahabatan atau tim kerja dengan orang – orang bernilai positif (dalam arti memiliki visi, pemahaman dan keyakinan yang sama) maka sangat mungkin kita mudah terpengaruh melakukan hal positif pula.
Penyakitan
Penyakitan, hal ini terkait dengan rendahnya kualitas fisik seseorang. Fisik kita bergantung dengan sejauhmana suplai makanan yang masuk kedalam tubuh kita dan perawatan tubuh kita serta frekuensi latihan bagi tubuh kita. Fisik kita juga bergantung sejauhmana kemampuan mengatasi penyakit yang masuk kedalam diri kita. Seseorang hendaknya memiliki fisik yang berkriteria sehat (jarang sakit), bugar (seluruh organnya berfungsi dengan baik), kuat (mampu memikul beban), dan lincah (mampu bergerak cepat). Penyakitan membuat seseorang sulit bergerak, lamban. Akhirnya sedikit yang ia dapatkan.
Negative Thinking
Kecerdasan seseorang takkan membuahkan hasil terhadap peluang dan kesempatan yang ada jika pikiran dan hatinya dipenuhi dengan buruk sangka (negative thinking). Hal ini pula yang menyebabkan seseorang ragu bertindak dan berbuat. Mereka yang negative thinking cenderung mengatakan… takut kalau…. Masa sih… ah nanti jadi…. Banyak diantara kita menyurutkan langkah dan berdiam diri dikarenakan pikiran kita yang dipenuhi keragu-raguan akan peluang yang ada didepan kita. Banyak kasus telah membuktikan seseorang tidak meraih apa yang diinginkan karena keraguan yang dimilikinya. Semakin tinggi negative thinking seseorang berbanding lurus dengan keraguan dan rendahnya tindakan yang berdampak pada ketidakberhasilan.
Ditulis oleh Buyung Ristyono
Langganan:
Postingan (Atom)